Abaikan Musyawarah Khusus, Pembagian BLT DD Kramat Titdoi Dinilai Cacat Prosedur

oleh -148 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Fahrizal Lumbessy Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pulau Mangoli, (HPMP) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menyoroti pembagian Bantuan Lansung Tunai (BLT DD) Dana Desa Keramat Titdoy.

Kepada porostimur.com, Senin (29/6/2020), Fahrizal mangatakan bahwa pembagian BLT Kramat Titdoy tidak sesuai dengan prosudur yang ada. Hal ini diawali dengan adanya pembagian BLT tanpa melakukan musyarawah khusus, yang menurutnya melanggar Permendes No: 6 tahun 2020.

“Musyawarah khusus yang pernah dilakukan pada tgl 7 juni 2020, secara hukum batal kerana ketidakhadiran kepala desa”, ucapnya

Bahkan tambahnya sejauh ini belum diadakan pendataan warga yang break menerima BLT oleh tim relawan Covid-19, namun pada tanggal 28 Juni 2020,Kepala Desa Keramat Titdoy, Hasan Umasangadji mengadakan pembagian BLT tanpa melakukan musyawarah lanjutan bersama kepala dinas BPMD Abdul Fatah Umasangaji. Hal ini menurutnya sangat melanggar Permendes No: 6 Tahun 2020.

Fahrizal Lumbessy Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pulau Mangoli

Sementara itu salah satu warga Jamil Umasangadji menilai, Kepala Desa Kramat Titdoy Hasan Umasangaji, tidak transpran terkait anggaran BLT Dana Desa.

Baca Juga  Antam Gelontorkan Dana Rp38,11 Miliar untuk Eksplorasi, Buli Masuk

Jamil bilang pembagian BLT DD sangat tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

“Tidak ada muskus mengapa kepala desa mengambil kebijakan untuk melakukan pembagian BLT tanpa adanya verifikasi data dan pengesahan data penerimah BLT oleh Ketua BPD”, katanya. (ifo)