Abdurrahman Baswedan, Keturunan Arab yang Ikut Berjuang demi Kemerdekaan Indonesia

oleh -96 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Abdurrahman (AR) Baswedan menjadi salah satu tokoh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebagai sosok keturunan Arab, kakek dari Anies Baswedan itu menyerukan kaum peranakan Arab untuk ikut membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dari informasi yang dihimpun, Sabtu (14/8/2021), Abdurrahman Baswedan yang memiliki darah Arab lahir di Surabaya pada 9 1908. AR Baswedan menikah dengan Barkah Ganis pad 1950, setelah dua tahun sebelumnya kehilangan istrinya Sjaichun yang meninggal karena malaria. Dari Barkah Ganis ini AR Baswedan memiliki 11 anak dan 45 cucu, termasuk Anies Baswedan.

Pada masa mudanya, AR Baswedan aktif di surat kabar. Ia pernah meniti kariernya sebagai wartawan di Koran Tit Po, yang didirikan seorang Tionghoa.

Baca Juga  Basarnas Ternate Kerahkan KN Pandudewanata Cari Longboat yang Mati Mesin di Perairan Kayoa

Sebagai peranakan Arab, AS Baswedan jadi sosok yang berani menegaskan keindonesiannya. Ia pernah muncul dalam foto di surat kabar dengan mengenakan beskap dan blangkon dan menyerukan kaum peranakan Arab membantu perjuangan Indonesia.

AR Baswedan juga pernah tercatat masuk sebagai satu dari sekian anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pasca-merdeka, AR Baswedan diikutkan H Agus Salim untuk “tur” ke Timur Tengah, hingga RI mendapat pengakuan de facto dan de jure pertama dari Mesir.

Fakta berikutnya, AR Baswedan pernah masuk sebagai anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), anggota parlemen, dewan konstituante, hingga menjadi Wakil Menteri Muda Penerangan di kabinet Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

Baca Juga  Empat Warga Tewas Usai Aksi Anarkis di Jayapura

Sosoknya yang sederhana membuat kehidupannya ‘pas-pasan’. Sampai wafat pun, AR Baswedan tercatat tak pernah punya properti rumah pribadi. Satu-satunya harta yang terbilang ‘wah’, hanya sebuah mobil tua yang merupakan hadiah dari Adam Malik saat menjabat Wakil Presiden RI.

AR Baswedan wafat pada 16 Maret 1986, tak lama setelah merampungkan naskah otobiografinya. Sesuai wasiat, beliau tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, melainkan di TPU Tanah Kusir bersama sejumlah tokoh perjuangan yang menolak disemayamkan di Kalibata.

(red/okezone)

No More Posts Available.

No more pages to load.