Absen saat pembukaan Pesparani Jokowi pidato secara digital

oleh -47 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Meskipun tidak berkesempatan beratap muka langsung dengan delegasi, undangan, panitia hingga  warga Kota Ambon, namun Presiden Jokowi menyempatkan memberikan pidato secara digital saat pembukaan Pesparani Nasional Katolik I di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (27/10) malam.

Layar raksasa di panggung utama, menjadi ajang menampilkan sambutan singkat dalam bentuk video Presiden RI ke-7 itu.

”Semoga kegiatan ini menjadi sarana membangun persaudaraan sejati,” ujarnya.

Kesempatan yang sama, saat membuka Pesparani Nasional I secara resmi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan yang didampingi Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, turt mempertegas pernyataan Jokowi agar peserta dan penyelengara Pesparani hingga masyarakat Maluku selalu mengedepankan dan menjaga kebhinekaan dengan kesatuan.

”Mari kita menjaga dan melestarikan kerukunan,” singkatnya.

Baca Juga  Gelar Operasi Pekat, Polda Malut Amankan 7 Pasangan Bukan Suami Istri

Ajang kerohanian bernuansa Katolik yang memperlombakan 12 mata lomba ini, harus disyukuri sebagai ajang bertaraf nasional yang mampu mempersatukan seluruh warga Indonesia.

Hal ini ditegaskan Ketua Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) sekaligus Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Zeth Sahuburua.

”Jumlah yang terlibat 12 ribu orang. Selain lomba-lomba paduan suara ada juga Maluku Expo dan Seminar Nasional,” tegasnya.

Maluku sendiri, akunya, sudah menyelenggarakan even berskala nasional seperti MTQ, Pesparawi, hingga Pesparani yang sedang digelar ini.

Dimana, asas utama dalam menyelenggarakan even-even tersebut, tegasnya, yakni landasan spritualitas masyarakat Maluku itu sendiri.

Gubernur Maluku Said Assagaf mengutip sesuai injil Yohanes 15:9-10, Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff pun mengajak semua warga untuk gelaran even kerohanian ini.

Baca Juga  Hadiri Tabliq Akbar Bersama Dua Habib FPI, Kakanwil Kemenag Himbau Warga Maluku Jaga Kerukunan

”Ini menjadi even untuk kampanye dan promosi untuk semua melawan semua tindakan dehumanisasi. Termasuk kampanye kemanusiaan untuk mereka di Palu, Sigi, Donggala dan daerah lain,” terangnya.

Harmoni yang tercipta dalam sepekan ini, akunya, dharapkan dapat memberikan semangat rumah persaudaraan sejati kepada seluruh peserta.

”Kami bangga dan ini menjadi kado bagi kami sebelum mengakhiri masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur pada Maret 2019. Ini menjadi sejarah peradaban keagamaan,” timpalnya.

Kesempatan yang sama, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Suharyo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kementerian Agama (Kemenag) yang mampu merealisasikan aspirasi umat Katolik senusantara ini.

Kegiatan ini, akunya, mendorong tercipta dan tertanamnya  rasa cinta tanah air.

Baca Juga  Kunjungi Pasien Covid-19 di Asrama BPSDM, Kapolda Maluku Beri Suport dan Bagikan Sembako

”Kita bersyukur bisa merasakan aura Ambon Manise. Pada para peserta sekalian juga komunitas umat beragama,” akunya.

Kepada seluruh peserta, penyelenggara hingga tuan rumah sekalipun, dihimbaunya untuk saling mengasihi dengan membangun dan merawat kebersamaan yang sudah terbina sejauh ini.

”Tuhan memberkati kita semua. Tuhan memberkati Indonesia,” pungkasnya. (keket)