Achmad Hatari Dukung Peningkatan DID Maluku Utara

Porostimur.com | Jakarta:  Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hatari mendukung peningkatan alokasi Dana Insentif Daerah (DID) untuk kabupaten/ kota di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Menurutnya, banyak kegiatan publik di daerah yang perlu didorong melalui penyaluran DID. Apalagi, tambah Hatari, pada tahun 2021 mendatang akan digelar Sail Tidore. Hal itu diungkapkan Hatari usai menerima kunjungan konsultasi DPRD Kota Tidore Kepulauan.

Kendati demikian, politisi Partai NasDem ini juga mendorong peningkatan kinerja pengelolaan keuangan daerah, sehingga alokasi DID di Kabupaten/Kota di Maluku Utara bisa dioptimalkan.

“Penyaluran DID ini harus memenuhi kriteria utama, namun beberapa belum terpenuhi sehingga kota Tidore ini mendapat kurang lebih Rp 27 miliar alokasi DID pada tahun 2019,” jelas Hatari di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Hatari menuturkan, kriteria utama yang dipertimbangkan dalam pengalokasian DID terdiri atas perolehan opini BPK Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) atas laporan Keuangan Tingkat Daerah, penetapan Perda APBD yang tepat waktu, pelaksanaan e-government dan ketersediaa

“Tahun depan harus memperbaiki tata kelolanya. APBD harus tepat waktu. Untuk tahun 2020 ini saja dianggarkan DID sebesar Rp 15 triliun, dengan harapan daerah berlomba-lomba untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dan keuangan yang baik,” jelas legislator daerah pemilihan (dapil) Maluku Utara itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Tidore Kepulauan Ahmad Ishak menyampaikan, Maluku Utara membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat, terutama alokasi DID guna mendukung pembangunan infrastruktur daerah. “Soal anggaran, Kota Tidore Kepulauan masih membutuhkan uluran dana Pemerintah Pusat. Kami berharap diperhatikan lagi soal penganggaran,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini terdapat 7 Kabupaten/Kota yang menerima DID di wilayah Maluku Utara, yaitu Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Utara, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Pulau Morotai.

Ishak menambahkan, pada tahun 2021 Tidore akan menjadi tuan rumah event international seperti Sail Tidore. Event ini akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat Maluku Utara untuk mempromosikan potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritim, termasuk pariwisata. Karenanya, sejak dini perlu dipersiapkan dengan baik.

“Termasuk Sail Tidore 2021, banyak infrastruktur pendukung yang masih terkendala seperti dermaga untuk berlabuh kapal. Kemudian belum ada hotel untuk penginapan tamu. Jadi, kami berharap pemerintah pusat dapat memperhatikan hal tersebut,” imbuhnya. (red/rtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: