Ada Dugaan Jiwasraya Biayai Jokowi di Pilpres 2019

oleh -74 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pengamat politik Muslim Arbi menyebut ada dugaan perusahaan asuransi  milik negara, Jiwasraya membiayai Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 silam.

“Keuangan Jiwasraya harus diaudit termasuk melibatkan PPATK,” ungkap Muslim seperti melansir suaranasional.com.

Kata Muslim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo pernah menjadi staf ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP).

“Kabarnya Hary Prasetyo kabur ke luar negeri,” papar Muslim.

Menurut Muslim, Jiwasraya menjadi bancakan para politisi dan pengelolaannya tidak profesional.

“Kasus Jiwasraya harus segera dibongkar dan pelakunya diseret ke pengadilan,” jelasnya.

Muslim pesimis keberadaan pimpiman KPK baru bisa menyelesaikan kasus Jiwasraya.

“Pimpinanan KPK baru dengan UU KPK hasil revisi serta adanya dewan pengawas sangat sulit bergerak membongkar kasus Jiwasraya,” pungkasnya.

Baca Juga  MHB akan Lancarkan 6 Strategi ini Untuk Membangun Ternate Smart City

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule menilai rencana pemerintah membentuk holding asuransi sebagai solusi menyelamatkan perusahaan asuransi Jiwasraya yang menyatakan gagal bayar polis nasabah hingga Rp 12,4 triliun sebagai solusi tersebut aneh.

Iwan menilai ada indikasi pembentukan holding hanya akan menutupi aksi perampokan yang sebenarnya terjadi di perusahaan pelat merah itu.  

“Koplak. Mau buat holding untuk menutupi bahwa ada aksi perampokan di Jiwasraya ya?” sindirnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (24/12).

Selain itu, Iwan Sumule merasa sangsi akan ada perusahaan yang mau gabung untuk mengambil perusahaan yang pesakitan. Apalagi kerugian yang dialami Jiwasraya mencapai belasan triliun.

“Mana ada perusahaan yang mau? Kenapa tak pailitkan sekalian dan tangkap para perampok itu. Iya gak sih?” sindirnya. (red/rtl)

Baca Juga  YLBHI Nilai Kehadiran Buzzer Merusak Kualitas Demokrasi
https://twitter.com/IwanSumule_86/status/1209266686882275328?s=20