Agustus 2019 : Tingkat Pengangguran Terbuka Maluku Mengalami Penurunan

oleh -66 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

Jumlah pengangguran pada Agustus 2019 di Maluku tercatat mengalami penurunan sebanyak 316 orang atau sebesar 0,58 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2018 yang tercatat sebanyak 54.575 orang. Dengan demikian TPT Maluku mengalami penurunan dari 7,27 persen pada Agustus 2018 menjadi 7,08 persen pada Agustus 2019.

Berdasarkan jenis kelamin, pada Agustus 2019 TPAK laki-laki sebesar 75,92 persen sementara TPAK perempuan hanya 50,14 persen. Jika dibandingkan kondisi tahun lalu TPAK perempuan mengalami peningkatan sebanyak 0,54 persen poin sementara TPAK laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,24 persen poin.

Baca Juga  Tak Diliput Media, Begini Kondisi Anies Saat Tangani Banjir Jakarta

Jika dilihat berdasarkan wilayah TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan, pada Agustus 2019 TPT di perkotaan sebesar 9,96 persen sedangkan TPT di perdesaan sebesar 4,93 persen. Dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan tingkat pengangguran di perkotaan dan di pedesaan, yaitu masing-masing sebesar 0,11 persen dan 0,23 persen.

Kondisi ketenagakerjaan baik yang menyangkut tingkat pengangguran maupun penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja perekonomian yang dapat dilihat menurut kategori lapangan pekerjaan yang ada. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2019, penduduk Maluku paling banyak bekerja pada kategori pertanian, kehutanan dan perikanan yaitu sebesar 246,809 orang (34,48 persen).

Baca Juga  Tersangka Kasus KM 50 Laskar FPI Tak Ditahan, ini Kritik Keras KontraS

Status pekerjaan utama terbanyak sebagai buruh / karyawan / pegawai (36,43 persen), diikuti status berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap / buruh tidak dibayar, dan pekerja keluarga. Sementara presentase penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri meningkat dari 27,58 persen menjadi 27,70 persen. (ebot)