Ahok Ajukan Peninjauan Kembali, Hakim Dinilai Khilaf

oleh -42 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan Peninjauan Kembali (PK) vonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas perkara penodaan agama kepada Mahkamah Agung.

Permohonan PK disampaikan melalui Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Dalam penjelasan tim kuasa hukum Ahok, hakim dinilai khilaf sehingga memutuskan Ahok bersalah dan dihukum dua tahun penjara pada Mei 2017.

“Mereka (kuasa hukum Ahok) mengajukan PK karena dinilai ada kekhilafan hakim, kekeliruan yang nyata. Ada pertentangan di dalam putusan itu,” kata Pejabat Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng, Senin (19/2/2018).

Jootje mengatakan, kekhilafan hakim yang dimaksud pemohon ialah terkait putusan kasus pelanggaran UU ITE Buni Yani. Pihak pemohon PK menganggap ada pertentangan fakta-fakta dan kesimpulan hakim di kasus Buni Yani dan Ahok.

“Dia mengambil referensi dari putusan Buni Yani, dia membandingkan kemudian berpendapat seperti itu. Ya alasan dia terserah. Dia menganggap bahwa ada kekeliruan yang nyata, saling pertentangan antara fakta-fakta dengan kesimpulan majelis untuk perkara yang lalu,” tuturnya.

Baca Juga  Wanita Sebenarnya Lebih Gatal Secara Diam-Diam

“Sehingga atas dasar itu berpendapat bahwa majelis hakim ada kekhilafan, ada kekeliruan yang nyata. Sehingga putusan itu perlu ditinjau kembali. Itu yang pokok,” sambung Jootje.

Sidang perdana permohonan PK akan dilaksanakan secara terbuka pada Senin (26/2/2018) di PN Jakarta Utara.

Jootje belum bisa memastikan kehadiran Ahok dalam sidang nanti. Soal itu, menurut dia, tergantung tim kuasa hukum. (web-rp)