Ahok bebas pertengahan 2018, Akankah dia tinggalkan Indonesia?

oleh -45 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta : Kapan Ahok bebas? Bakal jadi apa dia setelah bebas nanti? Apakah dia akan tetap di Indonesia, atau ke luar negeri? Pertanyaan-pertanyaan itu bertebaran di medsos. Membuat wartawan bertanya ke pengacara Ahok.

Kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta jadi tempat bertanya. Berikut ini penjelasan Wayan.

“Untuk sekarang, nanti Natal, pak Ahok akan mendapat pengurangan hukuman otomatis 15 hari, sebagai ketentuan remisi khusus sebagai pemeluk agama Kristen,” kata Wayan.

“SK-nya belum ada, tapi nanti sekadar proses yang formalitas saja, karena remisi ini ketentuan yang berlaku otomatis sesuai menurut Keppres 174/1999,” tambahnya.

Dijelaskan, dalam Keppres itu, remisi khusus sebanyak 15 hari diberikan kepada narapidana yang merayakan hari besar keagamaan dan sudah menjalankan hukuman setidaknya selama enam bulan.

Baca Juga  DPMPD Halbar Lakukan Penguatan Petunjuk Tekhnis BLT-DD Ke Pemdes dan BPD

Napi beragama Islam mendapatkannya saat lebaran atau Idul Fitri, sementara Budha saat Waisyak, dan Hindu saat Galungan.

“Itu remisi khusus, terkait hari raya agama. Ada pula remisi umum, yaitu pengurangan hukuman saat 17 Agustus,” tambahnya.

Remisi umum syaratnya, sudah menjalani setahun penjara. Karenanya, 17 Agustus lalu, Ahok tidak mendapatkannya. Karena Ahok baru masuk penjara 9 Mei, 2017.

“Nanti 17 Agustus 2018, kalau untuk satu dan lain hal pak Ahok masih dipenjara, ia akan mendapat remisi, kemungkinan dua bulan, juga berdasar Keppres tahun 1999 itu,” katanya.

Dia menyebut “untuk satu dan lain hal”, sebab ada remisi lain, sesuai peraturan.

“Misalnya karena di penjara beliau berkelakuan baik, sudah berjasa bagi negara, melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama napi, dan hal positif lainnya,” tuturnya.

Baca Juga  Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Naik

Terlepas dari itu, ada pula ketentuan tentang pembebasan bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa hukuman. Ini juga sesuai peraturan.

Ahok divonis 24 bulan penjara. Dalam hitungan kasar, di luar remisi, Ahok akan sudah menjalani dua pertiga masa hukuman pada 9 September 2018.

Namun dengan remisi Natal 15 hari, plus remisi umum hari kemerdekaan, maka Ahok bisa bebas setidaknya pada 17 Agustus 2018.

Ahok divonis dua tahun penjara, dinyatakan terbukti bersalah untuk dakwaan penodaan agama. Terkait pidatonya di Pulau Seribu, bahwa jika ada yang “dibohongi pakai Al Maidah” lalu tidak memilih Ahok dalam Pilkada, ia tak keberatan.

Ucapan itu diposting dengan cara berbeda di dinding Facebook seorang dosen bernama Buni Yani.

Baca Juga  Barack Obama Kritik Tajam Pidato Trump yang Dinilai Rasis

Pidato itu juga menjadi dasar bagi berbagai gerakan kalangan Islam tertentu untuk menuntut pemenjaraannya melalui demonstrasi besar-besaran khususnya pada 4 November dan 2 Desember 2016.

Berbagai kalangan ikut pula melancarkan gerakan agar Ahok tidak dipilih dalam Pilkada.

Ahok akhirnya kalah dari Anies Baswedan, yang didukung kelompok-kelompok Islam yang terlibat dalam aksi unjuk rasa yang belakangan dikenal sebagai 212.

Nah, setelah Ahok bebas nanti apakah dia akan tetap di Indonesia? Menanggapi ini, Wayan tidak bisa menjawab. Tergantung Ahok.

Sedngkan, pertanyaan, akan jadi apa hok setelah bebas? Jawabnya: Hanya Tuhan yang tahu. (web-rp)