AJI Ternate Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis di Maluku Utara

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com, Ternate – Aliansi Jurnalis Indepen (AJI) Ternate mengecam intimidasi terhadap jurnalis di Maluku Utara (Malut) pada Rabu pada Rabu, 16 November 2022.

Dilansir dari utas akun Twittter AJI Indonesia @AJIIndonesia pada Senin (21/11/2022). Aksal Muin, wartawan nusantaramalut.com mendapat instimidasi dari salah satu anggota Polri yang merupakan ajudan Wali Kota Ternate saat meliput di Kantor Kejaksaan Tinggi Malut.

Peristiwa dugaan intimidasi dan upaya menghalangi kerja jurnalis ini terjadi saat Aksal bersama awak media lainnya hendak mewawancarai Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman yang keluar dari kantor Kejati Malut usai diperiksa.

Ketika Aksal memotret M Tauhid Soleman, tiba-tiba ajudan wali kota bernama Bripka Stenly merampas ponsel Aksal. “Jangan begitu,” kata Stenly yang berusaha mengalangi Aksal mengambil gambar.

Stenly bahkan menguasai ponsel Aksal beberapa saat, diduga hendak menghapus gambar, dan baru dikembalikan setelah wali kota menegurnya. Bahkan, Stenly masih berdebat dengan jurnalis meski Tauhid sudah masuk ke dalam mobil.

Terkait peristiwa yang menimpa Aksal, maka AJI Ternate menyatakan sikap. Pertama, bahwa tindakan ajudan Wali Kota Ternate adalah bagian dari upaya menghalang-halangi kerja pers sebagaimana tertuang dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers ayat 1 yang berbunyi; Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000.

Kedua, mengecam intimidasi terhadap jurnalis Aksal maupun jurnalis di Maluku Utara karena kerja-kerja jurnalis adalah bagian dari kepentingan publik.

Ketiga, AJI Ternate juga mendesak Kapolri dan Kapolda Maluku Utara serta jajarannya mengusut kasus menghambat jurnalis dalam mencari informasi. Serta mengimbau kepada semua pihak untuk menghargai kerja-kerja jurnalistik dan menghormati kebebasan pers di Indonesia. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh hukum sesuai Pasal 8 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Terakhir, AJI Ternate meminta kepada kantor media untuk menjamin dan memantau keselamatan jurnalis yang meliput di lapangan, khususnya kasus yang berpotensi mengakibatkan ancaman fisik maupun psikis. (red)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.