Akademisi STAI Bubussalam Sanana Desak Gubernur Malut Penuhi Janjinya ke Warga Kawata

oleh -1.186 views
Link Banner

Porostimur.com| Sanana: Musim penghujan yang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Propinsi Maluku Utara (Malut) membuat sejumlah Guru dan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mangoli Utara Timur di Desa Kawata Kepulauan Suma harus menerjang derasnya arus sungai untuk sampai ke sekolah.

Aksi guru dan siswa itu berulang setiap Tahun, karena tidak ada jembatan yang menghubungkan pemukiman dan lokasi sekolah yang berada di seberang sungai selebar lebih kurang 55 meter itu.

Bahkan beberapa hari terakhir, dunia maya tanau air dibuat viral dengan Amanda video amatir yang beredar, dimana terlihat Guru dan Siswa di bantu oleh sejumlah pemuda Desa Kawata untuk melewati derasnya arus sungai.

Baca Juga  Danrem 152/Babullah Berkunjung ke Kantor KPKNL Kota Ternate

Sejumlah Guru dan siswa nekat melewati arus sungai untuk mengikuti ujian sekolah yang telah dijadwalkan dari Senin awal pekan ini.

Melihat keadaan itu Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Arianto Umarama, kepada porostimur.com, Jumat (6/3/2020), mengatakan pemerintah daerah sebaiknya segera merespon kondisi yang terjadi dengan menyiapkan sarana jembatan untuk dapat digunakan oleh Guru dan Siswa sehingga tidak mengganggu aktifitas Belejar Mengajar.

Anto sapaannya menambahkan respon cepat pemerintah bertujuan untuk mencegah jangan sampai ada korban akibat terseret banjir. Sebab, curah hujan yang begitu besar menyebabkan luapan air sungai yang besar pula.

Anto juga mendesak Gubernur Maluku Utara untuk segera mewujudkan janji kampanyenya di hadapan masyarakat Desa Kawata ketika berkampanye pada Tahun 2018 lalu.

“Saya mendesak Gubernur Malut, sekaligus meminta dengan hormat Pak Kyai Abdul Gani Kasuba untuk memenuhi Janjinya,” pungkas Umarama. (ifo)

Baca Juga  Ribuan Mahasiswa dan Aktivis di Ternate Mulai Turun ke Jalan