Porostimur.com, Ternate – Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Muamil Sunan, secara tegas mempertanyakan peran dan fungsi pengawasan DPRD Kota Ternate di tengah berbagai persoalan yang mencuat di lingkungan Pemerintah Kota Ternate.
Soroti Lemahnya Fungsi Pengawasan DPRD
Muamil menilai DPRD Kota Ternate tidak menunjukkan kinerja pengawasan yang maksimal, bahkan terkesan pasif terhadap berbagai isu publik yang berkembang.
“Pertanyaannya sederhana, di mana DPRD Kota Ternate saat berbagai persoalan ini terjadi? Fungsi pengawasan mereka seakan tidak berjalan,” tegasnya.
Ia menegaskan, DPRD sebagai representasi rakyat seharusnya aktif mengontrol kebijakan dan penggunaan anggaran, terutama yang menyangkut kepentingan publik.
Anggaran BBM Speedboat Jadi Sorotan
Salah satu isu yang disoroti adalah penggunaan anggaran BBM dan pelumas untuk operasional speedboat Ternate Andalan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Menurut Muamil, anggaran tersebut dinilai janggal karena hanya digunakan untuk tujuh kali perjalanan dinas pimpinan daerah, dengan estimasi biaya di bawah Rp200 juta.
“Kalau hanya tujuh kali sewa dengan nilai di bawah Rp200 juta, lalu ke mana sisa anggaran lainnya? Ini yang harus dijelaskan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa speedboat Ternate Andalan dilaporkan tidak beroperasi sejak 2025, sehingga semakin memperkuat dugaan adanya ketidakwajaran dalam penggunaan anggaran tersebut.









