Akhir April, Arab Saudi Akan Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2020

oleh -119 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Plt Sekjen Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan, pemerintah Arab Saudi telah berjanji akan memberikan kejelasan informasi mengenai pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 pada akhir April.

Nizar berharap segera ada kepastian bagi para calon jemaah haji terkait pelaksanaan ibadah tahun ini.

“Kita tunggu, sekarang sudah posisinya di minggu kedua April. Insya Allah awal atau akhir minggu keempat April akan mengumumkan jadi atau tidaknya haji. Ini informasi ter-update progress Arab Saudi,” ujar Nizar dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu (14/4/2020) lalu.

Nizar menyebutkan, saat ini seluruh persiapan keberangkatan haji terus berlangsung, meski dengan sejumlah penyesuaian.

Kendati demikian, ia menyatakan, Kemenag juga sudah menyiapkan skenario terburuk andai pemerintah Arab Saudi tidak menyampaikan informasi apapun terkait pelaksanaan ibadah haji.

Dia mengatakan Kemenag akan menunggu hingga akhir Mei 2020.

Jika sampai waktu tersebut tak juga ada kabar, Kemenag bakal memutuskan menunda keberangkatan jemaah haji.

“Jadi sampai akhir Mei. Misal pemerintah Arab Saudi belum memberi kejelasan, maka saya mohon teman-teman untuk memutuskan untuk tidak berangkat,” ucapnya.

Baca Juga  BMKG: Ikan Mati Massal di Pantai Ambon Bukan Pertanda Tsunami

Nizar menyebutkan, saat ini seluruh persiapan keberangkatan haji terus berlangsung, meski dengan sejumlah penyesuaian.

Kendati demikian, ia menyatakan, Kemenag juga sudah menyiapkan skenario terburuk andai pemerintah Arab Saudi tidak menyampaikan informasi apapun terkait pelaksanaan ibadah haji.

Dia mengatakan Kemenag akan menunggu hingga akhir Mei 2020.

Jika sampai waktu tersebut tak juga ada kabar, Kemenag bakal memutuskan menunda keberangkatan jemaah haji.

Sebab, meski persiapan ibadah haji saat ini dilakukan, Kemenag perlu melakukan percepatan persiapan keberangkatan hingga kepulangan.

Karena itu, kata Nizar, akhir Mei 2020 merupakan waktu paling lambat yang disanggupi Kemenag untuk melakukan percepatan persiapan.

“Kan pelunasan sudah, petugas sudah, layanan sudah, transportasi sudah, asrama haji sudah, manasik sudah, sehingga saya berpikir Mei masih memungkinkan untuk keputusan itu,” ucap Nizar.

Rapat koordinasi dengan seluruh Kabid PHU seIndonesia dengan Dirjen PHU Kemenag

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Hi Yamin  menegaskan, apapun yang menjadi kebijakan pihaknya tetap akan mengikuti sesuai SOP yang sudah direncanakan dalam tiga kebijakan.Bahawa kelau pelaskanaannya seperti apa dan kalau tidak dilaksanakan seperti apa, bahkan apabila dilaksanakan dan terjadi pemugaran kuota haji, itu juga telah disiapkan Ditjen PHU Kemenag RI.

Baca Juga  Assagaff : Belajar dari konflik, Maluku pun Bangkit

“Nah harapan kita saat ini, seluruh jemah haji yang sudah berhak melakukan pelunasan agar sesegera mungkin melunasi BPIH nya, apa lagi yang di Kota Ambon terdapat kurang lebih 172 yang belum melakukan pelunasan, setelah dilakukan kordinasi ternyata sebagian besar pendaftar yang melakukan pelunasan berada diluar pulau Ambon, sementara di Ambon sudah ada pembatasan-pembatasan protokol Covid-19. “terangnya.

Sementara proses pelunasan bisa dilakukan melalui SMS Bengking dan oneline, meskipun sebagian sudah melakukan tapi sebagian masih takut atau khuatir dengan mengunakan fasilitas tersebut sehingga ada kecemasan pelunasan dengan mengunakan sistim bengkin atau media lainnya, lantaran takut tidak terdaftar dan akhirnya tidak jadi diberangkatkan.

Dengan demikian dukungan dari pihak keluarga yang pahan dengan sistim tersebut, itu sangat diharapkan untuk bisa membantu menjelaskan, sehingga tidak ada kecemasan atau rasa takut, ketika menggunakan sistim dalam proses pelunasan BPIH.

Baca Juga  Bupati Maluku Tenggara Sampaikan Sejumlah Capaian Pembangunan Dalam Musrenbang RKPD Provinsi Maluku

Dari data sementara JCH yang melunasi BPIH per Kabupaten/Kota, dari kuota haji Maluku sebanyak 1.086 orang, dengan rincian Kota Ambon 361 orang yang melunasi sebanyak 172 orang, Maluku Tengah (Malteng) dari 135 semuanya melunasi, Maluku Tenggara dari 70 orang hanya satu yang belum lunas, Seram Bagian Barat (SBB) 98 yang lunas 88 orang, Seram Bagian Timur dari 98 semuanya lunas, Aru dari 45 hanya tinggal empat yang belum lunas, KKT dari 10 semuanya lunas, Buru dari 98 tinggal sembilan belum lunas, Tual 103 semuanya lunas, sama halnya dengan empat dari  Maluku Barat Daya (MBD) semunya lunas, dan Buru Selatan (Bursel) dari 45 hanya 38 yang melunasi. Sedangkan untuk kategori usia lansia dengan kuota 11 semuanya belum lunas termasuk Petugas Haji Daerah (PHD) yang berjumlah delapan orang juga belum lunas. (keket/inmas/kompas)