Akhir bulan, SMKN 7 Ambon gelar Prakerin

oleh -67 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Ambon, merencanakan akan menggelar kegiatan Parktek Kerja Industri (Prakerin) pada akhir bulan Januari 2018 nanti.

Hal ini dibenarkan Kepala SMKN 7 Ambon, Drs. Saiful,M.Pd, saat dikonfirmasi porostimur.com, di Ambon, Selasa (9/1).

”Persiapan pelaksanaan Praktek Kerja Industri, merupakan salah satu syarat kelulusan. Yang mana perencanaan pelaksanaan sudah dimulai dari akhir semester. Rencana pada akhir bulan ini akan turun lapangan,” ujarnya.

Untuk lokasi prakerin yang akan dituju masing-masing siswa didiknya, Saiful menegaskan sebagian besar berada dalam lokasi Kota Ambon dan sebagian kecil di Dusun Waitatiri, Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Link Banner

Meskipun pihaknya tidak menganjurkan prakerin di luar daerah lebih baik hasilnya, tegasnya, namun tetap saja ada siswa yang melakukan parakerin di luar daerah, seperti di Jogja.

Baca Juga  HUT RI, Indorunners Ambon lari 7,3 Km bawa bendera

”Di lain sisi, sekolah tidak bisa memaksakan kepada siswa bahwa pelaksanaan Praktek Kerja Industri di luar itu lebih baik,” jelasnya.

Prakerin sendiri, akunya, tentu saja tak lepas dari adanya permasalahan dalam pelaksanaanya.

Sebut saja masalah klasik bahwa di Maluku sendiri terkendala dengan minimnya industri dan masalah ini menerpa hampir semua SMK di Maluku.

Khusus untuk pembekalan siswa, jelasnya, direncanakan akan dilakukan pihaknya pada pertengahan bulan ini, sebelum para siswa menjalani Prakerin.

Diharapkannya, ketika melaksanakan Prakerin siswa dapat mematuhi aturan yang ada pada masing-masing industri, mengingat ilmu yang diperoleh di sekolah belum tentu bisa diterapkan pada industri.

Begitupun para siswa diharapkan mampu meningkatkan keahliannya saat berada dalam masa Prakerin dimaksud.

Baca Juga  Gempa M 7,4 di Banten Berpotensi Picu Gelombang Tsunami

Saat siswa menjalani prakerin, tegasnya, bukan berarti sekolah menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada industri, tetapi sekolah harus tetap berkoordinasi dengan industri untuk mengontrol keberadaan siswa.

Di lain sisi, tambahnya, pembimbing atau pendamping juga diharuskan tetap melakukan komunikasi intensif dengan siswa untuk mengetahui bagaimana perkembangan siswa selama berada di tempat Prakerinnya.

”Mulai dari kehadiran, kesehatan, kesiapan makan, mengingat orang tua yang sudah membiayai mereka, apalagi yang berada di Pulau Jawa,” pungkasnya. (Jessica Soplera)