Akhir Januari, Smaker gelar simulasi tahap II

oleh -64 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Memasuki tahun kedua penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diikutinya, SMA Kristen YPKPM Ambon semakin berbenah.

Meskipun baru dua kali menyelenggarakan UNBK, namun SMA swasta yang cukup populer di Kota Ambon ini memilih untuk menyeimbangkan langkah seiring beberapa SMA dan sederajat lainnya yang sudah lebih dahulu menyelenggarakan UNBK.

Bimbingan belajar (bimbel) pun diberikan kepada siswa didik dengan maksud mempersiapkan mereka menghadapi UNBK yang sering dianggap menjadi momok bagi siswa-siswi kelas XII.

Hal ini dibenarkan Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon, Dra. E. Laturiuw,M.Si, saat berhasil dikonfirmasi porostimur.com, di ruang kerjanya, Jumat (19/1).

”Persiapan sarana dan prasarana mereka sudah punya sejak tahun kemarin. Untuk persiapan guru dan khusus siswa sudah bertahap dari bulan November tahun kemarin dan mereka sudah menggunakan extra belajar,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua BEM UGM Trending Topic, di Hadapan Menteri Yasonna: Negara Ini Tidak Sedang Baik

Dalam periode bulan Januari ini, jelasnya, pihaknya lebih memberikan fokus pada mata pelajaran UNBK dan USBN.

Dengan jumlah peserta UN sebanyak 246 siswa, akunya, maka seluruhnya akan dibagi dalam 3 sesi dengan tiap sesinya dilengkapi dengan 80 unit komputer.

Terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki berupa komputer, jelasnya, sehingga penyelenggaraan UNBK tahun lalu dilaksanakan dengan menggunakan beberapa unit komputer milik instansi lain.

Namun tahun ini kekurangan dimaksud sudah bisa detutupi dan bisa menyelenggarakan UNBK.

Akhir bulan Januari ini, tegasnya, piahknya akan menyelenggarakan Try Out, menjajal kemampuan siswa atas materi yang sudah diterima dari para guru, selang beberapa bulan terakhir.

Dimana, try out dimaksud disesuaikan dengan jadwal yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Maluku.

Baca Juga  Tingkatkan Sinergitas, Danrem Dan Kapolda Gowes Ke Jikomalamo

Khusus untuk simulasi, akunya, tahap kedua akan digelar pihaknya pada bulan Februari dan tahap ketiga digelar pada bulan Maret, sedangkan UNBK akan digelar pada bulan April 2018.

”Kalau soal UNBK di tahun ini mereka sudah tidak memiliki kendala lagi, kendalanya hanya pada persiapan anak-anak saja. Karena dalam mempersiapkan anak-anak ini, motivasi mereka tidak semua sama. Sebelum para siswa masuk ke kelas, kami selalu memberikan motivasi kepada  mereka. Pada pembagian raport, kami juga mengingatkan kepada orang tua murid bahwa kalau mau anak berhasil, mereka harus bekerjasama  dengan sekolah, agar dapat memperhatikan anak hadir di sekolah dan selalu fokus untuk belajar, karena dorongan dari orang tua sendiri itu perlu,” pungkasnya. (Febby Sahupalla)