Aksi Tolak UU Ciptaker di Ternate Ricuh, Polisi Tangkap 19 Mahasiswa

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak Undang Undang Cipta Kerja di Maluku Utara, pada Selasa (13/10/2020) siang hingga sore berakhir ricuh.

Massa aksi yang tergabung dari sejumlah organisasi dan perguruan tinggi ini sebelumnya meminta agar bisa bertemu dengan Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman dan pihak DPRD Provinsi Maluku Utara.

“Mahasiswa hari ini ingin bertemu dengan wali kota dan DPRD. Meminta sikap mereka bersama mahasiswa menolak Omnibus Law,” ucap Rifki, salah satu massa aksi depan kantor wali kota Ternate.

Amarah massa tak dapat ditahan karena tak berhasil menemui pihak pemerintah kota maupun DPRD hingga pukul 17.00 WIT. Kericuhan pun tak bisa dihindari. Saling baku lempar kedua pihak antara mahasiswa dan keamanan berlangsung di depan kantor wali kota.Hingga berita ini ditayangkan, ada sejumlah mahasiswa yang diamankan. Namun, belum diketahui secara resmi berapa jumlah yang ditahan.

Link Banner

Mengutip cermat, sehari tadi terdapat tiga titik aksi dengan jumlah massa besar. Depan DPRD Ternate, mahasiswa dari UMMU, depan kediaman Gubernur, mahasiswa dari BEM Unkhair, Poltekkes Ternate dan HMI Cabang Ternate, sedangkan di depan kantor wali kota gabungan dari kampus FKIP, IAIN Ternate, dan organisasi mahasiswa lainnya.

Baca Juga  Abaikan Risiko Tertular Corona, Warga Ternate Serbu Swalayan

Sedikitnya 19 mahasiswa ditangkap oleh Polisi. Penangkapan dilakukan saat aksi yang dilakukan di depan Kantor Wali Kota itu berakhir ricuh.

19 orang tersebut diamankan karena diduga melakukan aksi anarkis pelemparan batu yang mengarah ke beberapa kendaraan dan merusak beberapa fasilitas kendaraan yang berada di dalam kantor Wali Kota. Lemparan batu yang mengarah ke aparat dibalas dengan tembakan gas air mata serta water canon. Usai insiden tersebut, sejumlah polisi tampak menyisir kawasan pertokoan guna mencari para pendemo.

Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan mengatakan, polisi melakukan penahanan terhadap sejumlah mahasiswa karena diduga terlibat aksi pelemparan batu.

“19 mahasiswa sudah kami amankan di Ditreskrimum untuk dimintai keterangan,” tuturnya.

Baca Juga  Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Malut Genap 100

Adip menambahkan, pihak kepolisian sudah telah diberikan instruksi jelas oleh Kapolri dan jajaran dalam memberikan pengamanan terhadap unjuk rasa untuk mengedepankan sikap-sikap humanis

“Jika ada informasi ataupun fakta bahwa ada oknum anggota polisi melakukan pelanggaran kekerasan terhadap massa aksi itu tentu akan diproses dan didalami bagaimana posisi kasus yang terjadi di lapangan,” tukasnya. (red/al/kump/tsc)