Aktivis Bongkar Praktek Monopoli Proyek Keluarga Bupati di Kepuluan Sula

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Tiga organisasi pemuda dan mahasiswa buka-bukaan soal dugaan praktek monopoli proyek oleh Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes dan keluarganya yang terjadi selama ini.

Adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Aliansi Pemuda Desa Pohea yang mengatas namakan diri Front Bersama yang Meng ungkap praktek penyimpangan itu, ketika melakukan aksi unjuk rasa di Depan kantor Bupati Kepulauan Sula, Kantor Kejaksaan Negeri Sanana dan Kantor Polres Kepulauan Sula pada Senin 2 November lalu.

Ketika itu Front Bersama mendesak Polres Kepulauan Sula dan Kejaksaan Negeri Sanana agar segera melakukan penyelidikan puluhan proyek pembangunan yang dibangun melalui APBD Tahun Anggaran (TA) 2019, dan melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan monopoli proyek yang dilakukan oleh keluarga Bupati Hendrata Thes (HT).

“Proyek pembangunan di Kepulauan Sula hampir sebagian besar dikuasai oleh Keluarga Bupati,” ujar Ketua umum HMI Cabang Sanana, Usman Buamona.

Link Banner

Kepada porostimur.com, di Sanana, Rabu (4/11/2020) Usman mengatakan, hasil tinjau Panitia Khusua (Pansus) DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, telah menemukan proyek pembangunan yang dikerjakan dengan APBD 2019, hampir semuanya bermasalah.

Baca Juga  GARAP SULA 011, Gelar Kampanye Anti Plastik di Sanana

“Ada penguasaan proyek atau monopoli proyek yang dilakukan oleh keluarga Bupati Hendrata Thes. Dimana, satu perusahan mengerjakan 7 paket sampai 9 paket Proyek”, bebernya.

Menurut Buamona, hal ini diketahui dari perusahan milik keluarga Bupati Hendrata Thes yang paling menguasai proyek di tahun 2019, yakni CV Permata Hijau, CV. Permata membangun, CV. Permata Bersama, CV. Bumi Karya, CV. Lestari dan CV. Alam Sutra.

Usman bilang, proyek yang diduga bermasalah tersebut adalah proyek Pembangunan Jalan Pancorang Kum, Desa Waisakai, Kecmatan Mangoli Utara Timur, senilai Rp 895.897.224,80, Peningkatan Jalan Dalam Kota Sanana senilai Rp 2.071.248.499,52,Pemeliharaan Jalan Dalam Kota Sanana, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Sula, senilai Rp 1.491.668.424,15, dan Pembangunan Saluran Primer DI di Desa Kaporo, Kecamatan Mangoli Selatan senilai Rp 2.777.235.973,49.

Baca Juga  BPBL Ambon Siap Diseminasi Inovasi Budidaya Ikan Unggulan

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua PMII Cabang Kepulauan Sula, Sahril Soamole.

Menurut Sahril, proyek yang Diduga hasil monopoli keluarga Hendrata Thes itu adalah: Proyek Pembangunan Kawasan Taman Benteng Sanana, senilai Rp 490.599.345,28, Pembangunan Jembatan Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan senilai Rp 835.140.774,00, Pembangunan Fasilitas Pendukung Kawasan Swering Desa Mangon Kecamatan Sanana, senilai Rp 1.453.073.068,07, Pembuatan Saluran Primer Kawasan Pasar Basanohi senilai Rp 1.466.606.514,49, dan Pembuatan Saluran Desa Wanib, Kecamatan Sulabesi Tengah, senilai Rp 1.187.096.414,61.

Ada juga proyek Peningkatan Jalan Fogi-Bandara (Sirtu ke HRS) Kecamatan Sanana, senilai Rp 3.270.669.018,34, Pembangunan Air Bersih dan Jaringan Perpipaan Desa Kawata, Kecamatan Mangoli Utara Timur, senilai Rp 658.855.800,74. Anggaran Pemeliharaan Trotoar senilai Rp 1.430.318.657,58, Peningkatan Jalan Wailia-Waigai (Sirtu) senilai Rp 1.091.508.984,89, Pembangunan Tempat Reklami Pusat Kota senilai Rp 397.553.813,61 dan Pengembangan Jaringan Perpipaan Spam di Desa Bajo, Kecamatan Sanana Utara senilai Rp 716.393.221,25.

Baca Juga  Peringati HUT Bhayangkara Ke-73, Polres Sula Tabur Bunga di Laut

Ketua Aliansi Pemuda Desa Pohea, Rianto Kaunar, menambahkan bahwa, proyek lain yang diduga juga dikerjakan oleh keluarga Handrata Thes, adalah proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan Spam di Desa kabau Pantai, Kecamatan Sulabesi Barat senilai Rp 477.840.332, 68, Pembangunan Ganti Rugi Rumah Warga di Desa Wai Ipa Kecamatan Sanana senilai Rp 1.986.934.490,39 serta proyek Peningkatan Jalan Desa Auponhia-Desa Buya (Sirtu), senilai Rp 1.093.378.964,89.

Disamping itu, menurut Kaunar, Ada juga proyek Peningkatan Jalan Desa Waibau-RSUD Sanana senilai Rp 2.190.454.789,37. Pembangunan Rumah Genset senilai Rp 311.974.122,33, Pembangunan Rumah Wisata Desa Bajo, senilai Rp 493.226.911,04 dan Pembanguna Masjid Desa Pohea senilai Rp 294.093.402,20 dan Pembangunan Masjid Desa Fukweu, Sanana Utara (Tahap III) senilai Rp 276.931.153,71. (red)