Aktivitas Gempa Susulan di Maluku Menurun, Pemprov akan Bangun Huntara

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas gempa susulan pascagempa bermagnitudo 6,8 di pulau Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) mengalami penurunan frekuensi.

Data gempa susulan hingga siang telah terjadi 887 kali gempa susulan dan 94 kali dirasakan masyarakat di wilayah Ambon, Kairatu (SBB), Masohi, Haruku, Saparua dan sekitarnya, kata Plh Kepala stasiun geofisika kelas I Ambon, Andy Ashar Rusdi.

Dikatakannya, gempa susulan yang terjadi dengan kekuatan kecil yakni di bawah magnitudo 4. 

“Jika melihat periode per hari aktifitas gempa susulan semakin menurun yakni dari hari pertama sebanyak 244 pada periode 24 jam pertama, 214 hingga hari ke enam semakin menurun, diharapkan frekuensinya mendekati angka 0,” katanya.

Link Banner

Gempa yang terjadi kata Andy, karena diduga terjadi di sesar aktif yang merupakan gempa tipe satu yaitu tipe gempa utama yang didahului oleh serangkaian gempa pendahuluan atau foreshocks yang kemudian terjadi gempa utama atau main shock.

“Selanjutnya diikuti oleh serangkaian gempa susulan atau aftershocks,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi Mulai Lidik Kasus Ipar Bupati Kepulauan Sula

Dijelakannya, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault).

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik jika terjadi gempa bumi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Tindakan tepat yang harus dilakukan saat terjadi gempa berlindung dibawah meja atau kursi, setelah memastikan aman baru keluar ke halaman agar terhindar dari runtuhan bangunan,” tandasnya.

Baca Juga  Buka Rakor Kesiapan Operasi Lilin, Ini Harapan Kapolda Maluku

Selain itu, masyarakat diminta untuk memeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Pemprov Maluku akan bangun hunian sementara

Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno bersama Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku saat mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (1./10/9/2019)

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno mengatakan, pihaknya akan membangun hunian sementara ( huntara) bagi ribuan pengungsi gempa bumi, pembangunan huntara itu hanya akan diprioritaskan bagi warga yang rumah-rumahnya hancur akibat gempa.

“Kita akan membangun hunian sementara bagi pengungsi yang rumahnya hancur akibat Gempa,”ujar Barnabas Orno kepada wartawan saat meninjau lokasi pengungsian di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (1/10/2019).

Dia mengatakan, banyak warga yang rumah-rumahnya rusak akibat gempa dan saat ini mengungsi di hutan-hutan dan perbukitan. Namun ada banyak juga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan namun mereka mengungsi akibat trauma. (red/rtl/kcm)