Aku, Kamu dan Hujan

oleh -306 views

Tak kusadari, air mata mulai menetes dari sudut mataku, segera kuhapus dan bersikap seolah tak terjadi apa apa.

Kulihat ponselku, jam sudah menunjukan pukul 16.35
Kutekan beberapa nomor dan…

“Halo” ucapku pelan
“Halo, aduh maaf ya, gue gak bisa ngejemput nih, abis bensin” ucap seorang wanita diujung sana.
“Ah elah yang bener aja, udah gue tungguin dari tadi, kalo lu bilangnya dari tadi kan gue bisa jalan” protesku dengan nada sedikit lantang sehingga membuatmu menoleh.
“Ya maaf maaf, sekarang gimana?” Dia terdengar menyesal atas kelalaiannya.
“Bodo ah” kututup telfon itu dan bergegas membereskan barang barangku.

Aku siap melangkah ketika sebuah suara menghantikanku.
“Lu tau kan, kalo gue risih sama lu?” Suara itu sangat familiar di telingaku.
Suara berat nan serak, suara yang membuatku jatuh cinta sejatuh jatuhnya.

Baca Juga  Wamen ATR: Kerjasama Pemerintah dan Pelaku Usaha Kelapa Sawit Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat

“Iya, gue tau kok” balasku tanpa memalingkan wajah, aku tau jika aku menatap wajahmu saat itu aku akan menangis. Itu akan memalukan.
“So… lu masih mau berjuang?” Tanyamu lagi.
“Bisakah kau biarkan aku pergi?” Batinku.

“Adai aku tau cara berhanti memikirkanmu, cara berhenti peduli padamu” balasku, suaraku mulai bergetar, pandanganku mulai buram karna air mata.

“Kau tau aku menyimpan perasaan pada Luna kan?” Ucapmu mempertegas fakta
“Semua orang tau itu” balasku dengan suaraku yang semakin melirih, aku tak sanggup bersuara selantang biasanya.
“Jadi… kumohon berhenti mengejarku, itu percuma” aku tak mendengar langkahmu menjauh, kutebak kau tetap berdiri disana.
Aku menghela nafas sebelum aku menbalas “Terimakasih sudah mengingatkan” aku berjalan perlahan dibawah hujan.

No More Posts Available.

No more pages to load.