Akui Tak Pukul Nakhoda KM Sanus 34, Betaubun Janji Klarifikasi Besok

oleh -1.796 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Boss Pasifik Dok Maluku Tawiri, Alfred Betaubun (AB) akhirnya buka suara terkait tudingan pemukulan terhadap nakhoda KM Sabuk Nusantara 34 hingga pelipisnya berdarah, sebagaimana dilontarkan pemilik akun bernama Eli Paklioy Tuamain, di media sosial facebook, Ahad (22/8/2021).

Kepada jurnalis porostimur.com, Betaubun mengatakan, apa yang dituduhkan terhadap dirinya itu tidak benar, sebab ia tidak pernah memukul yang bersangkutan. Namun ia enggan menceritakan kronologisnya.

Ketika ditanya apakah ada anak buahnya yang melakukan pemukulan, Betaubun hanya mengiyakan berjanji akan melakukan konferensi Senin besok, usai pemeriksaan polisi.

“Dia ngotot juga, tapi nanti besoklah selesai pemeriksaan polisi, akan saya sampaikan secara jelas di konferensi pers,” ujarnya melalui sambungan telepon, Ahad (22/8/2021) malam.

Alfred juga mengatakan, Kapal tersebut sudah diminta untuk keluar sejak hari Kamis (18/8/2021) karena tempat yang ada tidak bisa untuk sandar kapal dengan ukuran sebesar KM Sanus 34. Karena di bawah itu ada rel.

Baca Juga  Kakankemenag Malra Minta Pengelola Siapkan Dokumen Audit Dana BOS

“Dorang minta izin untuk tidak dulu keluar karena mau isi air, tapi sampai Jum’at kapal belum keluar juga, alasannya kedua mesin kapal rusak dan sedang diperbaiki,” ungkap Alfred.

“Itu Jumat, lalu hari Sabtu, disuruh keluar lagi, katanya iya mesin sudah jadi, nanti sore katanya. Eh sore lagi kata tidak bisa, sedangkan ombak tambah besar. Ombak tambah besar, itu kapal hari-hari sudah kena rel,” imbuhnya.

Alfred juga bilang karena kapalnya berukuran besar dan terus bergesekan dengan rel, ditakutkan akan terjadi kerusakan pada rel.

“Rel itu harga bikinnya Rp50 milyar lebih. Bukan harga relnya, tapi biaya pembangunannya. Kalau mau pasang rel, kan kita harus bendung laut, makanya mahal,” paparnya. (keket)