Aliansi Pemerhati Pembangunan Desak Bupati SBB Ganti Sekda

oleh -87 views
Link Banner

Porostimur.com | Piru: Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) didesak menggantikan Sekretaris Daerah, Mansur Tuharea karena dinilai sudah tidak produktif dan sudah kadaluarsa.

Desakan itu berasal dari Ketua Aliansi Pemerhati Pembangunan (APP) Kabupaten SBB, Abuhari Boeng. Menurutnya, Sekda Kabupaten SBB tersebut sudah menjabat melebihi batas masa jabatan dan sudah tidak produktif.

“Mengamati proses penyelenggaraan birokrasi Pemerintah Daerah Kabupaten SBB, sudah saatnya Bupati segera mengganti Sekda SBB, karena sudah kadaluarsa atau sudah melebihi batas masa jabatan. Lagi pula, dia (Sekda) sudah tidak produktif. Pasti tidak akan mengimbangi gerakan Bupati.” Jelasnya.

Sekda Kabupaten SBB terhitung menjabat sejak tahun 2008 pada masa pemerintahan Bupati J. Puttileihalat. Saat ini sudah terhitung 14 tahun, Mansur Tuharea menjabat sebagai Sekda Kabupaten SBB.

Link Banner

Menurut Abuhari, kalau jabatan Sekda terus dipertahankan, maka hal tersebut bisa jadi temuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten SBB, karena sudah menyalahi Undang-Undang.

Baca Juga  Lantamal IX Bekali Mahasiswa Poltekes Kemenkes Maluku Prodi Keperawatan Masohi Evakuasi Medis Laut

“Kalau Bupati tidak segera mengganti Sekda, maka bisa menjadi temuan bagi Pemda SBB. Itu kan sudah menyalahi Undang-undang. Jadi, Beta (saya) mendesak Bupati Kabupaten SBB, agar segera mengganti Sekda SBB secepatnya.” Jelas Abuhari.

Selain itu, menurutnya selain jabatan Sekda, Tuharea juga bertindak sebagai Ketua Tim Keuangan Daerah dimana pembangunan berjalan lambat bila dipegang oleh orang yang sudah tidak lagi produktif.

“Dia (Sekda) kan selain menjabat sebagai Sekda juga bertindak sebagai Ketua Tim Keuangan Daerah. Ini bahaya. Pembangunan bisa berjalan lambat bila orangnya sudah tidak produktif dan kadaluarsa.” Tegas Abuhari.

Selanjutnya, menurut Alumni Universitas Darussalam Ambon ini, perputaran uang di masyarakat menjadi tersendat akibat kelambanan Tuharea mengelolah keuangan daerah.

Baca Juga  Antisipasi Bencana Alam, Brimob Maluku Gelar Pasukan dan Peralatan

“Bayangkan, sudah masuk bulan Mei, bulan kelima tahun ini, APBD belum selesai dilakukan Recofushing. Sudah pertengahan bulan Puasa hingga mau lebaran, tapi perputaran uang di masyarakat jadi lambat. Ada apa ini? Kenapa anggaran ditahan-tahan? Kasihan masyarakat. Ini suara hati kami, agar bisa didengar oleh Bupati Kabupaten SBB, Bapak M. Yasin Payapo. Ini tidak boleh dibiarkan Pak. Ini suara hati kami, rakyat SBB,” tutupnya. (red)