Alissa Wahid: Polisi Seharusnya Menuntut Gus Dur Bukan Pemuda di Kepulauan Sula

oleh -1.578 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid menyayangkan langkah kepolisian memeriksa seseorang hanya karena menulis status media sosial berisi guyonan Gus Dur tentang polisi

Alissa Wahid menyayangkan respons aparat Kepolisian yang sempat memeriksa seorang warga di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara bernama Ismail Ahmad. Ismail ditangkap karena mengunggah guyonan lama Gus Dur tentang Polisi.

“Harusnya kalau polisi mau menuntut, menuntut Gus Dur, karena dia mengutip lelucon Gus Dur,” ujar Alissa seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (17/6/2020).

Alissa menyebut insiden itu sekaligus membuktikan bahwa sekat kebebasan berpendapat dan rasa ketersinggungan sejumlah pihak di Indonesia sangat tipis.

It’s not about Pak Mail, ini tentang sebuah humor lama yang sangat terkenal [kembali] dinaikkan, kalau dibandingkan kepopuleran dengan ‘DPR taman kanak-kanak’ itu memang jauh ya, tetapi ini humor sudah sangat sering muncul di masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga  Jangan Mudah Percaya! Ini 4 Tanda Seseorang Sedang Berbohong

Alissa tidak ingat betul kapan Gus Dur pertama kali menyampaikan guyonan itu. Akan tetapi, yang dia ingat, guyonan itu sering dilontarkan sang ayah di banyak kesempatan.

Salah satunya saat beberapa wartawan ngobrol bersama Gus Dur dan menanyakan perihal reputasi kepolisian pada masa itu.

“Juga ada kisah A.S Hikam mantan Menristek dengan Gus Dur yang melemparkan humor itu pada saat membicarakan tentang kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia), kan itu menyeret beberapa orang polisi,” jelasnya.

Dia lalu menyarankan alangkah baiknya jika kepolisian tidak gegabah dalam melakukan penyelidikan. Terlebih, lanjutnya, saat ini banyak kalangan yang mudah tersinggung.

“Kalau itu antar warga bisa menerima ya, sebagai namanya dinamika antar warga. Tapi ini atas nama lembaga lho, atas nama lembaga negara yang bahkan dalam Undang-Undang Pencemaran nama baik itu tidak bisa, lembaga kemudian merasa tersinggung,” tuturnya.

Baca Juga  Bawaslu tutup kasus dugaan pelanggaran Pilgub oleh mantan Wakapolda

“Indonesia darurat humor, makanya humor jadi seperti ini kok jadi urusan hukum, itu berarti sudah darurat sekali buat Indonesia dan ini sudah kesekian kali ya,” sesalnya.

Alissa mengaku telah berupaya menghubungi Ismail untuk memberikan dukungan moril. Hingga saat ini, Alissa masih menunggu laporan dari Gusdurian di lapangan terkait perkembangan kondisi Ismail.

“Teman-teman Gusdurian sedang berupaya untuk menghubungi Pak Mail, tapi kami memahami kondisinya pasti terguncang, karena itu bercanda tapi kok jadi begini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ismail menuliskan kalimat lelucon yang pernah diucapkan Gus Dur di akun media sosialnya. Ismail menulis ‘Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: Patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng’.

Baca Juga  Watubun: Penyusunan KUA PPAS Sesuai Kebutuhan Masyarakat Maluku

Ismail kemudian dipanggil Polres Kabupaten Kepsul untuk dimintai klarifikasi. Setelah itu, Ismail menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah konferensi pers di Mapolres Kabupaten Kepsu, Selasa (16/6) kemarin.