All Eyes on Rafah Menggema di Sosial Media, Jutaan Orang Bagikan Gambar

oleh -362 views

Dua dari tiga unggahan Instagram yang menunjukkan mayat-mayat yang terbakar dan terluka parah setelah serangan baru-baru ini dihapus, dan satu unggahan memiliki filter konten sensitif untuk “konten vulgar atau kekerasan” yang ditempatkan di depannya.

Gambar-gambar tersebut diverifikasi oleh NBC News. Juru bicara Instagram mengatakan perusahaan menghapus konten tersebut karena bersifat kekerasan dan vulgar, yang menurutnya melanggar kebijakan platform.

Gambar “All Eyes on Rafah” tidak menggambarkan kekerasan yang sebenarnya terjadi di lapangan, namun gambar tersebut mencerminkan konten lain yang telah berulang kali menjadi viral dan didukung oleh orang-orang yang memiliki banyak pengikut di media sosial selama delapan bulan terakhir.

“Tren memposting ‘All Eyes on Rafah’ telah menjadi sesuatu yang telah berkembang sejak lama,” ungkap Matt Navarra, konsultan media sosial dan analis industri.

“Kita telah melihat cukup banyak influencer dan selebritas serta mengikuti orang-orang secara luas di berbagai platform, tidak hanya Instagram, yang berbagi sentimen dari pesan ini atau versi yang hampir sama, yang akan meningkatkan jangkauan dan visibilitas di banyak platform media,” ujar dia.

Baca Juga  Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Senjata, TNI AL Perketat Pengamanan Pelabuhan Yos Sudarso

Gambar tersebut juga tampaknya merupakan salah satu ikonografi aktivis viral pertama yang diciptakan oleh kecerdasan buatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.