Aloan Ipa Sebut Hendrata Thes Pembohong Besar

oleh -439 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Pemilik Qit Hotel, Aloan Ipa menyebut calon bupati Kepulauan Sula (Kepsul) nomor urut 1 Hendrata Thes (HT) adalah pembohong besar.

Hal ini di sampaikan Aloan Kepada awak media di halaman Qit hotel, Ahad (22/11/2020).

Menurut Aloan, sebelumnya Hendrata Thes yang juga Bupati Kepsul ini melalui ketua timnya menghubungi dirinya untuk menyewa Qit Hotel untuk dijadikan tempat nginap tim sukses dengan perjanjian akan dibayar Rp.150.000.00, selama kurun 3 bulan.

“Dong yang datang itu, Bustamin Sanaba, Faruk Bahnan dan Hi. Ramli Umanailo untuk kepentingan menyewa hotel selama 3 bulan dengan harga Rp.50 juta per bulan,” ucapnya.

Setelah berkomitmen dengan hotel, Paslon HT-UMAR berkampanye di Desa Wai Ipa dan dirinya diundang sebagai tokoh di desa tersebut untuk hadir kampanye sekaligus menduduki kursi depan bersama dengan cabup-cawabup Kepsul.

Baca Juga  Koramil Kairatu Lakukan Penertiban Masker di Pelabuhan Penyeberangan Waipirit

Aloan bilang, dalam kesempatan tersebut calon bupati dua periode itu menyampaikan kepadanya bahwa akan diberikan uang sedikit sebagai pegangan tapi tidak menunjukan uang tersebut akan dipergunakan sebagai biaya oparasional tim atau biaya sewa hotel dirinya tidak tahu dan uang tersebut juga belum diberikan,” Ungkapnya.

Numun, lanjut Direktur PT. Tiga Sekawan ini uang sewa tak pernah diterima.

“Pernah Kabag Umum dan Perlengkapan Pemda Kepulauan Sula, Julkifli Umasangadji dan seorang teman wanitanya datang memberikan uang Rp. 22,5 juta, terus berselang beberapa hari kemudian Ketua Tim HT-UU, Bustamin Sanaba membawa uang Rp.17,5 juta serta kwitansi dan saya pun kembali menanyakan untuk apa uang ini dan dari siapa, Bustamin menjawab dari bossnya,” beber Aloan.

Berjalannya waktu, dirinya menemui Calon Bupati Hendrata Thes di kediaman tepatnya di Desa Fagudu untuk mempertanyakan soal kontrak hotel, setelah tiba bukan bahas hotel tapi saya diajak untuk membicarakan soal kerja Tim di Desa Wai Ipa sekaligus beliau memberikan uang sebanyak Rp. 10.000.000., anehnya uang tersebut tidak ada petunjuk mau dibawah kemana apakah biaya Tim atau Biaya sewa hotel.

Baca Juga  Pemerintah & DPRD Kabupaten Buru Diduga Manipulasi Anggaran Corona

“Saya datang bukan urusan politik tapi saya datang untuk kepastian sewa/kontrak hotel malah dibahas Tim Desa Wai Ipa,” Kesal Aloan.

Karena tidak ada kejelasan soal sewa/kontrak hotel sesuai perjanjian awal selama tiga bulan dengan harga sebanyak Rp. 150.000.000., tersebut maka dirinya menghungi Ketua Tim HT-UMAR yakni Rustam Sanaba sehingga mendapat pembayaran sebanyak Rp. 17.500.000., dengan catatan dalam kuitansi mereka telah melunasi biaya hotel selama satu bulan terhitung mulai dari awal Kabag Umum Setda Kepsul memberikan uang sebanyak Rp. 22.500.000., dan Calon Bupati Hendrata Thes berikan sebanyak Rp. 10.000.000., selanjutnya Ketua Tim memberikan sebanyak Rp.17.500.000., kepada dirinya dengan jumlah semuanya sebanyak Rp. 50.000.000.

Baca Juga  Kapolsek Sulabesi Barat Perbaiki Jembatan Bersama Warga

Dari rincian pembayaran tersebut, tokoh Desa Wai Ipa ini merasa dirugikan karena sistem pembayaran tidak sesuai dengan komitment awal selama tiga bulan.

“Banyak informasi soal Bupati sering membohongi warga sula dan saat ini dirinya juga di bohongi oleh Bupati Hendrata Thes. Ya Allah memang benar dan informomasi tersebut bukan issu tapi Calon Bupati Sula Hendrata Thes memang paling pembohong di kepsul,” ujarnya.

Dengan ketidak jelasan itu Aloan kemudian menurunkan Baliho dan atribut partai yang terpasang di hotelnya.

“Sebab bicaranya berputar-putar dengan demikian saya menyebutkan Hendrata Thes adalah pembohong besar,” pungkasnya. (ifo)