Alphonso Davies, dari Kamp Pengungsi Kini ke Final Liga Champions

oleh -69 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Nama Alphonso Davies jadi buah bibir tatkala Bayern Munich sukses mengamankan tiket menuju final Liga Champions.

Bukan main-main, sebab pesona pemain berusia 19 tahun itu mampu membius khalayak luas. Apalagi, Davies sukses mempecundangi Lionel Messi dan Barcelona di babak perempat final dan namanya kini disebut-sebut sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia saat ini.

1. Alphonso Davies jadi pemain asal Kanada pertama yang akan main di final Liga Champions

Alphonso Davies, dari Kamp Pengungsi Kini ke Final Liga Champions
Alphonso Davies. bundesliga.com

Kesuksesan Alphonso Davies bersama Bayern lolos ke final Liga Champions juga menjadikannya pemain asal Kanada pertama yang bisa melakukan itu.

Bahkan di usia 19 tahun, melesatnya karier Davies bisa dibilang bak meteor karena ia baru jalani laga debut pertama bersama Bayern pada November 2019 lalu. 

2. Lahir di kamp pengungsi di Ghana, Alphonso Davies hijrah ke Kanada dan kini jadi bintang timnas

Alphonso Davies, dari Kamp Pengungsi Kini ke Final Liga Champions
https://www.therahnuma.com

Karier Alphonso Davies memang bisa dibilang sangat berwarna dan kehidupannya pun punya kisah yang menarik. Davies kecil dilahirkan di kamp pengungsi Buduburam, di sebuah distrik bernama Gomoa, di Ghana. Sebabnya, ia dan keluarganya harus mengungsi karena perang pecah di Liberia.

Baca Juga  Rebut Hati Pemilih, MHB-GAS Luncurkan 10 Program Prioritas

Hijrah ke Kanada sebagai pengungsi perang, Davies kemudian menemukan jalannya di sepak bola dan kini tengah menikmati karier fantastis di usia muda. Ia resmi mendapatkan status kewarganegaraan sebagai warga negara Kanada pada 2017, sebelum kini menjadi bintang Timnas Kanada sejak 2017 dan mendapatkan transfer ke Bayern Munich sejak Januari 2019.

3. Karier Davies meroket bak meteor!

Alphonso Davies, dari Kamp Pengungsi Kini ke Final Liga Champions
goal.com

Melesatnya karier Alphonso Davies yang bak meteor juga mendatangkan banyak keuntungan bagi berbagai pihak. Dari sisi Vancouver Whitecaps misalnya, klub lama Davies, ia siap mendapat keuntungan dari melesatnya Alphonso Davies ke final Liga Champions. Jika Davies dan Bayern mampu menjuarai Si Kuping Lebar pekan depan, Whitecaps akan mendapatkan guyuran $1,1 juta imbas dari klausul bonus sang pemain.

Angka itu kecil saja bagi Bayern, mengingat Alphonso Davies “hanya” ditebus seharga $11 juta saja sementara kini, pemain yang awalnya adalah seorang winger ini berharga $66 juta menurut banderol dari Transfermarkt.

Di final nanti, ia akan menghadapi ancaman baru dari Kylian Mbappe dan Neymar setelah sebelumnya ia sukses menjinakkan seorang Lionel Messi. Jika mampu kembali tampil konsisten dan menawan, a star is born and he’s a Canadian. His name is Alphonso Davies! (red/rtm/idntimes)