Alvaro Morata Resmi Jadi Pemain Juventus, Duet Ronaldo Lewat Skema Andalan Andrea Pirlo 2-3-5

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Turin: Kebutuhan Juventus untuk penyerang tengah guna membantu Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala sudah terpenuhi.

Penyerang tengah adalah pemain yang diinginkan Andrea Pirlo sejak ditunjuk jadi pelatih Juventus menggantikan Maurizio Sarri.

Penyerang tengah yang bergabung dengan skuad Bianconerri adalah striker asal Spanyol, Alvaro Morata.

Alvaro Morata bukanlah sosok asing bagi Juventus, karena pernah bermain untuk Juventus pada musim 2014-2015.

Link Banner

Alvaro Morata resmi menjadi bagian dari Juventus untuk kedua kalinya setelah diumumkan secara resmi pada Rabu (23/9/2020) dini hari WIB.

Morata menjadi target Juventus setelah gagal mendapatkan Luis Suarez dan Edin Dzeko di bursa transfer Liga Italia musim panas ini.

Juventus meminjam Alvaro Morata dari Atletico Madrid dengan biaya 10 juta euro plus opsi pembelian permanen seharga 45 juta euro.

Juventus juga bisa memperpanjang peminjaman Morata dengan membayar 10 juta euro lagi.

Morata telah tiba di Turin sejak Selasa dini hari WIB dan menjalani tes medis pada siang harinya.

Transfer ini adalah comeback buat Alvaro Morata, yang sebelumnya pernah memperkuat klub juara bertahan Liga Italia itu pada selang 2014-2016.

Waktu itu Juventus membeli Morata seharga 20 juta euro dari Real Madrid.

Namun, Real Madrid mengaktifkan klausul pembelian kembali setelah Morata tampil oke bersama Si Nyonya Tua.

Baca Juga  Tiga Puisi Falantino EL

Pada periode pertamanya di Juventus, Morata tampil cukup bagus di Liga Champions dengan mencetak 7 gol dalam 20 penampilan.

Morata antara lain tercatat pernah menjebol gawang Real Madrid di semifinal dan Barcelona di final Liga Champions 2014-2015.

Morata juga mencetak 2 gol ke gawang Bayern Muenchen di babak 16 besar Liga Champions 2015-2016 tetapi Juventus gagal melangkah lebih jauh.

Sekarang Morata bakal menjadi tambahan kekuatan yang penting bagi Juventus dalam upaya menyudahi penantian mereka akan trofi Si Kuping Besar.

Seperti pada periode pertamanya, kini Morata juga akan mengambil jersey nomor punggung 9 di Juventus.

Skema Andalan Andrea Pirlo 2-3-5

Kehadiran Alvaro Morata bisa menjadi pelengkap puzzle taktik 2-3-5 yang menjadi andalan pelatih Andrea Pirlo.

Kehadiran Alvaro Morata bisa mengisi duet dengan Cristiano Ronaldo di lini serang Bianconeri.

Meski minim pengalaman melatih, Andrea Pirlo ternyata menyukai filosofi sepakbola menyerang.

Itu terungkap dari tesis saat mendapatkan lisensi pelatih UEFA Pro di markas FIGC – induk sepakbola Italia– pada 14 September 2020 lalu.

Pada ujian kelulusan, Andrea Pirlo memaparkan tesisnya yang berjudul “Il Calcio Che Vorrei” yang kalau diterjemahkan menjadi, kurang lebih, “sepak bola yang saya inginkan”.

Baca Juga  Empat Hari Pasca Gempa Ambon, SK Tanggap Darurat Belum Terbit

Para penguji memberikan Pirlo nilai 107 dari 110. Ia merupakan peserta dengan nilai tertinggi kedua setelah eks gelandang Inter Milan dan PSG, Thiago Motta, yang mendapat 108.

Kata pengantar dalam tesis itu pun secara gamblang menunjukkan filosofi sang pelatih.

“Ide dasar sepakbola saya adalah permainan berdasarkan sepakbola proaktif dengan 11 pemain aktif dalam fase menyerang dan bertahan,” tuturnya seperti dikutip dari Calciomercato.com.

“Memanipulasi ruang dan waktu, kami punya ambisi untuk mengendalikan laga dalam kedua fase.”

Ada dua prinsip kunci mengenai sepak bola ala Pirlo dan hubungannya dengan si kulit bundar.

Pertama, ia ingin timnya mempertahankan bola selama mungkin sebelum melakukan serangan.

Kedua, timnya harus punya keganasan kompetitif untuk menguasai bola kembali setelah kehilangan si kulit bundar.

Pirlo mengutarakan beberapa tim yang menjadi inspirasinya: Barcelona era Johan Cruyff dan Pep Guardiola; Ajax asuhan Louis van Gaal; AC Milan besutan Carlo Ancelotti; dan Juventus milik Antonio Conte.

Pirlo ingin pemain-pemainnya tak hanya piawai secara teknik tetapi juga dinamis.

“Dari sesi latihan, kami ingin membantu para pemain mengenali situasi dan beradaptasi ke konteks laga yang mengalir.”

Baca Juga  KNPI Malut Soroti Pelaksanan Seleksi Persijalsel

Selain itu, Pirlo juga ingin kipernya piawai dengan bola.

“Seorang kiper, dalam penguasaan bola, secara efektif punya peran sebagai pembangun serangan yang harus dapat memilih solusi paling efektif dalam memainkan bola dan mencari bola terobosan.”

Menilik dari tim-tim yang menjadi inspirasinya, tak mengherankan apabila manuver ofensif menjadi perhatian utama di tesisnya.

“Pengembangan ofensif kami akan bekerja dalam dua kecepatan: Di belakang adalah menunggu dan bersiap, sementara di depan akan cepat dan menuju gawang setelah ada umpan kunci yang membebaskan pemain ke belakang garis lawan.”

“Dalam fase ofensif, kami tidak punya pemain statis melainkan para pemain harus mencari posisi dan pergerakan demi pemenuhan prinsip-prinsip tim.”

“Oleh karena itu, kami akan mengambil posisi dengan formasi 3-2-5 atau 2-3-5 dalam fase serangan.”

“Namun, pergerakannya tidak kaku. Akan ada rotasi berbeda, misalnya para bek pinggir dapat mengambil posisi melebar sementara para pemain sayap masuk ke area penyelesaian akhir,” tulisnya. (red/kcm)