Porostimur.com, Ternate — Harapan besar warga Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM) terhadap kehadiran speedboat ambulance laut yang didatangkan sejak Oktober 2025 kini berubah menjadi tanda tanya. Armada yang digadang-gadang menjadi penyelamat nyawa warga pulau terluar itu hingga Maret 2026 masih terparkir di sekitar Pelabuhan Residence Ternate tanpa pelayanan dan tanpa kepastian operasional.
Di tengah kebutuhan mendesak masyarakat BAHIM akan akses rujukan medis yang cepat dan aman, fakta bahwa kapal tersebut enam bulan berlabuh tanpa pelayanan memicu sorotan. Lebih mencengangkan, muncul informasi bahwa anggaran operasional sebesar Rp197 juta tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 pada Dinas Perhubungan Kota Ternate, tanpa diketahui secara utuh oleh sejumlah anggota DPRD Kota Ternate.
Tak Pernah Dibahas dalam Ranperda?
Salah satu sumber internal DPRD Kota Ternate mengungkapkan bahwa alokasi operasional ambulance laut tidak pernah dibahas secara eksplisit dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026.
“Soal operasional ambulance laut itu tidak ada dalam pembahasan Ranperda APBD 2026,” tegasnya.
Ia menjelaskan, mekanisme penganggaran daerah semestinya dimulai dari RKPD, kemudian KUA-PPAS, hingga Ranperda APBD sebelum disahkan menjadi APBD. Setiap tahapan wajib dikawal agar konsisten dan tidak menyimpang dari kesepakatan awal.









