AMGPM Bikin Pelatihan Relawan Bencana di Tifure

oleh -77 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Pulau Tifure adalah pulau paling terluar dari Kota Ternate. Jadi bagian dari Kecamatan Batang Dua. Letaknya di tengah laut bebas antara Ternate dan Bitung di Sulawesi Utara. Ada sekitar 800an warga yang berdiam di pulau ini. Mayoritas adalah petani kopra dan nelayan.

Selain terbatasnya akses transportasi, pulau ini ada di zona pertemuan lempeng Pasifik dan Euroasia.

Selain itu, Tifure dan pulau Gurida juga dikepung banyak subduksi dari lempeng Filipina, Sangihe dan Halmahera. Sangat rawan bencana terutama gempa bumi dan tsunami.

Karena itu, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Kota Ternate bekerjasama dengan LSM Rorano Maluku Utara melaksanakan pelatihan Inisiasi Masyarakat Tangguh Bencana (Istana} untuk angkatan muda GPM ranting Makedonia dan Filadelpia.

“Kami ingin teman-teman punya kapasitas untuk merespons bencana jika terjadi”, kata Keegan Lopulalang, Ketua AMGPM Ternate.

Baca Juga  Kamis Besok, PBB Kepulauan Sula Buka Pendaftaran Balon Cabup dan Cawabup

Di hari pertama pelatihan, Direktur LSM Rorano, Asghar Saleh memberikan berbagi pengetahuan dasar tentang kebencanaan, apa itu gempa bumi dan tsunami dan bagaimana menghadapinya, menyampaikan pentingnya aspek Pengurangan Resiko Bencana (PRB), pentingnya assesment, kajian resiko bencana lokal, membentuk tim relawan, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul serta membangun komitmen untuk bekerja sebagai relawan kemanusiaan.

“Komitmen dan soliditas relawan sangat bagus. Mereka berlatih dengan serius, ini modal besar untuk masa depan Tifure”, jelas Asghar.

Ada 35 anggota AMGPM yang mengikuti pelatihan,. Di hari kedua, mereka dilatih Pertolongan Pertama oleh Fanda Matatula dan Alprens Poene, ketua tim relawan GPM Mayau.

Selain itu, peserta juga melakukan simulasi kedaruratan dengan melibatkan semua relawan dan pimpinan jemaat GPM Tifure.

Baca Juga  Kuasa Hukum USMAN-BASAM Yakin Gugatan Paslon Hello di MK Obscuur Libel

“Kami sangat berterima kasih kepada Rorano dan Angkatan Muda yang sudah melakukan pelatihan. Ke depan Kami berharap ada pelatihan lain sehingga angkatan muda akan jadi garda terdepan dalam meresposn bencana disini”, kata Pendeta Fileks Talakua, pimpinan jemaat GPM Tifure.

Selama pelatihan, semua peserta konsisten untuk menerima materi dan berdiskusi. Sebuah catatan inspiratif karena di tengah berbagai keterbatasan semisal listrik yang hanya “hidup” di malam hari, tak ada jaringan telepon, tak ada puskesmas, tak ada fasilitas air bersih, tak ada sarana transportasi cepat dan banyak lagi, anak-anak muda ini tak peduli dan mau belajar untuk menjadi yang terbaik bagi tanah kelahiran mereka. (sarjan)