AMIN-Jalan Baru Menuju Perubahan Indonesia

oleh -68 views

Jawa merupakan kunci kemenangan

Dalam strategi perang ada dua kemungkinan yang dapat kita lakukan, yaitu lumpuhkan kekuatan lawan jika kita mampu  melumpuhkannya, tetapi jika tidak mampu melumpuhkan maka jadikan dia teman dalam perjuangan. Dalam sejarah pemilihan Presiden dapat dipastikan bahwa sehebat apapun suara yang diraihnya diluar Jawa, akan tetapi jika kalah pada dua Provinsi ini maka dapat dipastikan akan mengalami kekalahan secara nasional.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur  merupakan basis kekuatan  merah dan hijau (PDIP dan NU). Jika dua kekuatan ini dapat bersatu maka insentif elektoral yang diraih oleh kandidat yang diusungnya akan sangat signifikan.  Strategi mengejutkan Surya Paloh yang mengambil ceruk suara Nahdliyin dengan memasangkan Anies Baswedan dengan Gus Muhamin Iskandar, setidaknya dapat membuyarkan dua kekuatan lainnya, yaitu kekuatan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Baca Juga  Luncurkan Antologi Kedelapan, Dino Umahuk: Penyair Besar Butuh Keteguhan dan Kesabaran

Demokrat Dalam Persimpangan Jalan

Ali bin Abi Thalib pernah  berkata bahwa “Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah, dan jangan membuat janji ketika sedang senang.” Kekecewaan Partai Demokrat seharusnya tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan, apalagi sampai mencabut dukungan dan dibumbui dengan tudingan kasar dan tidak dewasa. Penggunaan diksi “penghianat dan pembohong” bagi seseorang tentu tuduhan yang sangat serius karena diksi itu hanya layak disematkan bagi pelaku kejahatan, sementara yang dilakukan oleh Surya Paloh dan Anies Baswedan adalah pilihan politik untuk keluar dari kebuntuan politik karena ego subyektif dan tidak dapat dijelaskan secara obyektif, sebuah prasyarat yang sangat menyulitkan bagi Partai Demokrat sendiri untuk melakukan kerjasama politik dengan  partai lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.