Amnesty International Bawa Kasus Novel Baswedan ke Kongres Amerika Serikat

oleh -45 views
Link Banner

@porostimur.com | Washington DC: Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dibawa Amnesty International Indonesia ke hadapan Kongres Amerika Serikat (AS). Kasus itu diangkat bersama sejumlah perkara hak asasi manusia (HAM) lainnya di Asia Tenggara.

Francisco Bencosme sebagai Manajer Advokasi Asia Pasifik Amnesty International USA membacakan testimoni tertulisnya pada forum ‘Human Rights in Southeast Asia: A Regional Outlook‘ di Subcommittee on Asia, the Pacific, and Nonproliferation House Foreign Affairs Committee, sebagaimana dilansir detik.com.

Kasus HAM lain yang dibawa Francisco antara lain dugaan pelanggaran HAM terkait ‘perang melawan narkoba’ di Filipina yang digaungkan Presiden Rodrigo Duterte hingga persoalan Rohingya dari Rakhine State di Myanmar.

Baca Juga  Paslon HEBAT kuasai perolehan suara di Kota Ambon

Khusus di Indonesia, Francisco menyoroti dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Dia menyebut Amnesty International Indonesia menerima berbagai laporan dugaan penyiksaan pada orang-orang yang ditangkap oleh pemerintah pada masa itu.

Sementara itu, berkaitan dengan Novel, Francisco menyebut Novel telah membawa kasusnya ke Komnas HAM karena merasa penyelidikan kasusnya tidak berhasil.

Komnas HAM, disebut Francisco, menyimpulkan adanya dugaan serangan pada Novel sebagai upaya menghambat KPK dalam memberantas korupsi.

Fransisco menuturkan investigasi kepolisian dalam kasus penyerahan itu diwarnai oleh penyimpangan dan kebuntuan. Karena itu, Novel akhirnya melaporkan hal tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Hasil pemantauan Komnas HAM menyebutkan bahwa serangan terhadap Novel merupakan upaya pihak tertentu untuk menghalangi penyidikan terhadap kasus korupsi yang sedang diusut KPK.

Baca Juga  Hari Ini, Kemenag akan Terbitkan Edaran Pembukaan Rumah Ibadah

“Para penyidik di KPK dan aktivis yang juga pejuang HAM di Indonesia telah menjadi sasaran ancaman dan kekerasan berkaitan dengan kegiatannya, yang jarang terselesaikan kasusnya,” ucap Francisco.

Fransisco mengatakan serangan terhadap Novel terjadi saat ia sedang memimpin penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP. Novel, kata dia, adalah Ketua Wadah Pegawai KPK dan sangat vokal menentang upaya pelemahan terhadap komisi antikorupsi.

“Kegagalan pengusutan intimidasi terhadap aktivis antikorupsi dan HAM ini telah melemahkan upaya pemberantasan korupsi, yang membuat negara gagal melindungi dan memenuhi HAM kepada warga negaranya,” imbuh Francisco. (red/dtc)