Anak polisi gugurkan kandungan, dukun beranak pun dipolisikan

oleh -130 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kasus pengguguran kandungan yang marak terjadi di Kota Ambon, lebih disebabkan karena hubungan yang terjalin secara diam-diam dan tak direstui oleh pihak keluarga.

Ini pula yang menimpa AL (17) warga Saparua bersama pacarnya.

Sayangnya, setelah ketahuan berbadan dua oleh ibunya, AL justru disuruh untuk menggugurkan kandungannya ke rumah salah satu dukun beranak berinisial NL, di Benteng Karang, Negeri Passo, Kota Ambon, Jumat (9/1).

Alasannya, pihak keluarga tak ingin kondisi AL diketahui ayahnya sendiri yang juga merupakan anggota Polri dan bertugas di Saparua.

Takut ketahuan oleh ayahnya karena telah hamil bersama dengan pacarnya, A.L (17 tahun), akhirnya mendatangi salah seorang dukun beranak,pada (9/01/2018), berinisial N.L, untuk membantu menggugurkan janin yang ada dalam kandungannya, pada (10/01/2018), di Dusun Benteng Karang, Desa Passo,Kecamatan Baguala.

Kasus ini teregister bernomorkan LP/SS/I/2018/Maluku/Res Ambon, tanggal 27/01/2018, pada Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

Saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Jumat (2/2), hal ini pun dibenarkan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Teddi,SH,SIK.

Terungkapnya kasus ini, akunya, justru saat adanya laporan polisi tentang kekerasan yang dilakukan seorang pemuda Halonbg berinisial M atas ayah tirinya yang berinisial HK.

Baca Juga  Buru Rekomendasi Nasdem, Zulfahri Berpeluang Perkuat Fraksi Kebersamaan

Ketika dilakukan pemeriksaan oleh Polsek baguala, ternyata M mengaku melihat HL mengubur jasad janin bayi di belakang rumah mereka di Desa Halong, Kecamatan Baguala.

”Kasus aborsi ini, terungkap dari pemuda Halong, yang dibawa oleh Anggota Polsek Baguala karena dilaporkan oleh H.L ayah tirinya karena melakukan tindakan kekerasan. Saat diperiksa oleh Anggota Polsek Baguala, bukannya mengakui telah melakukan tindakan kekerasan kepada ayah tirinya, pemuda Halong tersebut, malah menyampaikan kepada Anggota Polsek Baguala kalau dirinya melihat ayahnya mengubur jenasa janin di belakang rumah mereka,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan dimaksud, Polsek Baguala kemudian memanggil HL dan meminta keterangannya.

”Anggota Polsek Baguala yang awalnya menerima informasi tersebut langsung melaporkan kasusnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease untuk melakukan penyidikan terkait dengan informasi penguburan janin yang dilakukan oleh HL, di belakang rumahnya di Desa Halong,” jelasnya.

Baca Juga  Asrul Gailea Siap Bangun Kepulauan Sula dengan Konsep Geostrategis

Dari hasil pemeriksaan Unit PPA Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease, tegasnya, HL mengakui mengubur janin di belakang rumahnya yang merupakan milik AL, warga Desa Saparua, putri dari seorang oknum anggota Polri.

Dimana, AL melakukan pengguguran kandungannya di rumah dukun beranak NL di Dusun Benteng Karang, Desa Passo, Kecamatan Baguala.

Usai melakukan pengguguran, NL kemudian menyuruh salah satu pembantunya YK untuk membawa jenazah janin bayi untuk dimakamkan di rumahnya.

”YK yang membawa janin tersebut kemudian menyampaikan ke HL untuk membantu dirinya untuk menggali sebuah kolam di belakang rumah mereka di Halong, dan menguburkan janin tersebut. Janin milik pelaku AL yang dikubur oleh YK dan HL tersebut diperkirakan berumur 4 bulan,” tegasnya.

Baca Juga  Sesosok Mayat Ditemukan Warga Bitung Mengapung di Dok Kapal

Untuk kasus ini, tambahnya, pihaknya telah menetapkan 2 tersangka yakni AL dan NL.

Dimana, tersangka AL dijerat dengan pasal 77A, UU RI Nomor 35 tahun 2014  tentang perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang setiap orang/dengan sengaja melakukan aborsi/terhadap anak yang masih dalam kandungan diancam dengan penjara 10 tahun.

Sedangkan tersangka NL dijerat dengan pasal Pasal 346 KUH Pidana, tentang aborsi dengan hukuman penjara 4 tahun.

Selanjutnya kasus ini masih terus dilakukan pengembangan penyidikan terhadap beberapa terduga pelaku yang masih diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi oleh Penyidik PPA Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease.

”Kasus aborsi ini, kami telah menetapkan 2 tersangka yaitu AL dan NL, dan untuk tersangka lainnya akan menyusul setelah Penyidik usai melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap beberapa orang saksi yang telah dimintai keterangan,” pungkasnya.(team)