Ancaman penyebaran HIV/AIDS masih tinggi di Tanimbar

oleh -48 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Dalam kurun waktu triwulan pertama tahun 2019, sebanyak 15 orang warga terdeteksi HIV di Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut) dan Tanimbar Selatan (Tansel).

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Isak Manupassa, dalam rilis berita yang diterima wartawan, Rabu (26/6).

Menurutnya, dari total 15 warga tersebut, dapat diklasifikasikan sesuai kelompok usia.

Yakni, kelompok usia 6-19 tahun sebanyak 2 orang, kelompok usia 20-30 tahun sebanyak 5 orang, kelompok usia 30-40 tahun sebanyak 4 orang, sedangkan kelompok usia 40-50 tahun sebanyak 1 orang.

Link Banner

”Data ini diperoleh dari hasil pemeriksaan dini pada bulan Februari dan Maret terhadap kelompok masyarakat yang beresiko tinggi terkena terinveksi HIV/AIDS, seperti kafe dan karaoke, serta masyarakat yang sering mengunjungi tempat-tempat hiburan. Sementara untuk kasus kematian orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada tahun 2019 berjumlah 1 orang di Kecamatan Tanimbar Utara,” ujarnya.

Baca Juga  Putra Usman Sidik Kunjungi Penderita Tumor Ganas Ananda Musakar

Pemeriksaan dini yang sama, akunya, juga dilakukan pihaknya pada tahun 2018 lalu.

Dimana, dari 1137 warga yang diperiksa, 27 di antaranya kedapatan positif HIV/AIDS, dengan klasifikasi umur 6-19 tahun 1 kasus, 20-30 tahun 8 kasus, 30-40 tahun 14 kasus, 40-50 tahun 4 kasus dan kematian ODHA 2 kasus.

Hasil pemeriksaan dini triwulan pertama 2019 tadi, akunya, masih belum merupakan hasil final mengingat masih ada beberapa bulan lagi hingga berakhirnya tahun 2019 ini.

Terlebih, jelasnya, hubungan sex bebas menjadi factor penyebab utama meningkatnya kasus penyebaran HIV/AIDS dalam kabupaten dimaksud.

”15 orang yang terinfeksi pada awal triwulan satu tahun 2019 ini belum final, karena masih ada beberapa bulan kedepan sampai ke akhir tahun. Bisa saja kemungkinan ada penambahan dari jumlah awal tadi. Dari semua kasus HIV/AIDS dapat disimpulkan, hubungan sex bebas menjadi faktor penyebab utama,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Konektivitas Antar Destinasi Wisata di Pulau Morotai, PUPR Bangunan Jembatan dan Jalan

Dengan meningkatnya kasus penyebaran HIV/AIDS di Kepulauan Tanimbar, Manupassa pun menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan hubungan badan secara bebas dan sembarangan.

”Karena itu masyarakat kami himbau setia terhadap pasangannya dan tidak melakukan sex bebas yang dapat beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS yang mematikan. Pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait telah melaksanakan upaya-upaya penanggulangan dengan berbagai sosialisasi yang dilakukan di tempat-tempat ibadah, puskesmas, tempat umum dan sekolah,” jelasnya.

Senada, Pengelola Program Penanggulangan dan Pencegahan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Kepualuan Tanimbar, Benjamin Kora, menegaskan bahwa pihaknya pun melakukan penanggulangan dan pendeteksian lebih dini atas penyebaran kasus dimaksud.

”Telah dilaksanakan integrasi program pemeriksaan dini HIV/AIDS di puskesmas yang dilakukan kepada ibu-ibu hamil, penderita TB dan penderita Hepatitis, sebagai bentuk tindakan penanggulangan awal,” pungkasnya. (akris)