Porostimur.com, Jakarta — Senator DPD RI, Hasby Yusuf, menanggapi laporan mengenai dampak lingkungan dan sosial yang dialami petani dan nelayan di Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
Dampak tersebut diduga berasal dari aktivitas dua perusahaan pertambangan, PT JAS dan PT ARA. Hasby Yusuf menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak langkah cepat dari semua pihak untuk menjamin keadilan bagi masyarakat terdampak.
Pembangunan Tidak Boleh Mengorbankan Rakyat dan Lingkungan
Hasby Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan masyarakat. “Investasi dan pembangunan memang perlu, namun prosesnya tidak boleh mengorbankan rakyat kecil dan lingkungan,” ujarnya.
Ia mengingatkan pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk menjadi penjaga hak hidup masyarakat agraris dan pesisir yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi wilayah.
Menurut laporan lapangan, para petani rumput laut dan nelayan ikan teri di Subaim mengalami penurunan hasil tangkapan dan budidaya yang signifikan. Hal ini diduga berkaitan dengan sedimentasi dan perubahan kualitas air laut serta sawah akibat aktivitas pertambangan.
“Kondisi ini adalah alarm bagi pelaksanaan prinsip pembangunan berkelanjutan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup,” tegas Hasby Yusuf.








