Anggota DPRD Halut dan Morotai Lakukan Tes Urine

oleh -54 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Sebanyak 20 anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan 15 Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai melakukan tes urine saat mengikuti kegiatan orientasi DPRD Kabupaten dan Kota masa jabatan 2019-2024 Angkatan IV Se-Provinsi Maluku UtaraTahun 2019 di Ternate.

Tes urine wakil rakyat dari dua kabupaten ini, dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)Maluku Utara (Malut) di Halmahera A Room Grand Dafam Hotel, Ternate.

Hal ini di katakan oleh kepala BNNP Malut, Kabid P2M, Hairuddin Umaternate yang mewakili Kepala BNNP Malut usai sosialisasi kepada awak media.(23/11)

Kabid P2M,Hairuddin Umaternate mengatakan bahwa saat ini sejumlah permasalahan mengapa Indonesia menjadi tempat potensial untuk pemasaran Narkoba ini, dikarenakan di Indonesia harga Narkoba menjadi sangat tinggi, semisal 1 gram Narkoba di China hanya 20 ribu, masuk Indonesia 1,5 jt masuk lagi ke Ternate 3,5 jt , masuk lagi ke Halmahera 3,8 jt.

“Hal ini terjadi karena masih banyaknya permintaan dari pasar sehingga jumlah prevalensi penyalahguna Narkoba mencapai 13.181 orang.Untuk itu perlunya peran penting bagi anggota DPRD sebagai fungsi legislasi dalam membuat Perda, menetapkan Anggaran serta fungsi pengawasan dapat membantu pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di wilayahnya,” paparnya.

Baca Juga  Tim BNN Malaku Utara Kunjungi YLBH-RKS Sanana

Ia menjelaskan bahwa harus ada langkah konkrit yang dapat dilaksanakan para wakil rakyat ini antara lain para anggota dewan membentuk relawan anti narkoba, melakukan tes urine untuk jajaran aparat di lingkungan kerjanya secara periodik & membuat Perda tentang pencegahan narkoba di kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Pulau Morotai.

” Jika itu segera di laksanakan maka ,kita bisa menyelamatkan putra -putri daerah agar bebas dari bahaya narkoba dan juga akan menghentikan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Halut dan Pulau Morotai,”jelas Haeruddin.

Haeruddin menerangkan bahwa selain memberikan sosialisaai,dirinya juga membuka sesi diskusi dengan peserta,agar dapat tahu apa permasalahan yangbada di wilayahnya masing -masing sehingga kita bisa selesaikan bersama -sama.

Baca Juga  Mengenal Sosok Palangsong Latuconsina, Pejuang Dari Pegunungan Tolikara Papua

“Ada beberapa dari anggota dewan seperti , Julius Dahagilaha dari Fraksi Demokrat DPRD Halut yang menyampaikan permasalahan maraknya penyalahgunaan lem (inhalan) di Galela. Selain itu Samsul Bahri Umar dari Fraksi Golkar juga meminta agar pemantauan jaringan lebih diperketat terutama pada kalangan anak muda di Galela dan juga aspek penindakan diperkuat.Hal senada juga di sampaikan oleh Mahmud Kiat dari fraksi Golkar, DPRD Kabupaten Pulau Morotai yang mengatakan bahwa peredaran narkoba di Morotai terutama shabu cukup marak dan membutuhkan perhatian BNN,” terangnya.

Usai sosialisasi tim medis BNNP Malut yang dipimpin Kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat bidang P2M melakukan tes urine kepada peserta dan hasilnya secara keseluruhan dinyatakan negatif. (vonny)