Anggota sindikat curanmor masih di bawah umur

@Porostimur.com | Ambon :Kepolisian Resort (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease berhasil mengamankan 6 orang anggota sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

1 pelaku berinisial FK merupakan orang dewasa, sedangkan 5 lainnya berada di bawah umur berinisial SK, RMT, ID, FS dan EW.

Hal ini dibenarkan Kapolres P. Ambon dan Pp. Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso,S.IK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Teddy,SH,S.IK, saat memeberikan keterangan kepada wartawan, di Ambon, Rabu (17/1).

”5 orang pelaku pencurian sepeda motor yang masih dibawah umur ini, mereka sudah berulang kali melakukan pencurian sepeda motor milik warga Kota Ambon di beberapa lokasi yaitu di swalayan Maluku City Mall (MCM), Ambon City Center (ACC) dan di Kampus Universitas Pattimura. Untuk pelaku pencurian sepeda motor yang masih di bawah umur ini, mereka telah melakukan aksi pencurian berulang kali sejak dari tahun 2017 hingga awal tahun 2018 sehingga mereka ditangkap oleh Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease dan resmi ditahan,” ujarnya.

Setelah melakukan pengintaian beberapa lama, para pelakuu yang masih di bawah umur ini kemudian ditangkap Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease pada lokasi yang berbeda, beberapa waktu lalu.

”Diduga, para pelaku pencurian sepeda motor yang masih di bawah umur ini merupakan sindikat jaringan pencurian sepeda motor secara berkelompok. Dari hasil pencurian sepeda motor tersebut, para pelaku kemudian menjual barang curiannya ke beberapa pembeli dengan harga jual antara 1.500.000-2.500.000, yang juga telah dilakukan penyitaan oleh Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease. Untuk penjualan sepeda motor hasil curian, para pelaku sering menjualnya ke pembeli yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), ke Saparua, Pulau Buru, dan beberapa wilayah lainnya yang masih dalam pengembangan Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku curanmor FK (22) dan AFP (19) merupakan sepasang kekasih berstatus mahasiswa.

Keduanya beraksi di 10 TKP berbeda yakni 4 kali curanmor di Maluku City Mall (MCM), 2 kali di Kampus Universitas Pattimura dan 2 tempat lainnya.

”Dalam melakukan aksi pencurian sepeda motor ini pelaku melakukannya secara berkelompok,” tegasnya.

Untuk itu, dihimbaunya warga Kota Ambon untuk mengantisipasi serta waspada terhadap modus baru yang dijalankan para pelaku curanmor, yakni saling bergoncengan memasuki areal parkiran.

Setelahnya, salah satunya membawa plat nomor kendaraan dan satunya bertugas untuk mengambil sepeda motor curian dengan membawa Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNKB) yang telah dibuat oleh pelaku.

Untuk menegaskan kejelian dan keakuratan petugas parikir yang ada pada mall ataupun swalayan, maka pihaknya bekerjasama dengan Pemkot Ambon untuk mengeluarkan surat kepada pengelola parkir swalayan ataupun mall.

Dimana, pengelola parkir wajib mengganti kendaraan yang hilang dicuri pada areal parkir.

”Aturan ini dibuat agar petugas pengaturan parkir harus jelih dalam mengatur parkiran kendaran masuk dan keluar para pengunjung secara teliti, yaitu mengenai karcis parkiran, maupun surat-surat kendaraan bermotor yang benar dari para pemilik kendaraan,” pungkasnya. (Yuli Harmusial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: