Anggrijono : Baru 50% Kabupaten/Kota di Indonesia Terapkan Tertib Ukur

oleh -44 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah melakukan pengukuran terhadap barang dan jasa sesuai Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan RI.

Meski demikian, 50% kabupaten/kota di Indonesia masih belum menerapkan permen dimaksud.

Hal ini dibenarkan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Veri Anggrijono, kepada wartawan, di The Natsepa Hotel Ambon, Kamis (29/8).

”Petugas kami di pusat meterologi maupun di provinsi dan kabupaten/kota, secara berkala melakukan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan pengukuran, baik secara lentera, alat ukur, timbangan-timbangan, dilakukakan secara berkala. Hampir seluruh provinsi sudah melakukan alat timbang, di seluruh Indonesia. Hanya kabupaten/kota yang belum menyeluruh, baru sekitar 50%,” ujarnya.

Menurutnya, disosialisasikannya Undang-undang Kemeterologian menjadi landasan bagi masing-masing daerah dalam menertibkan perdagangan, khususnya dalam pengukuran barang dan jasa.

Baca Juga  Real Madrid Masukkan Marco Asensio dalam Skuad Liga Champions

”Memang UU Kemeterologian memang sudah mengatur sesuatu hal untuk ukur-mengukur. Sudah sewajarnya setiap daerah, baik itu di provinsi maupun di kabupaten/kota, sudah mulai melakukan kegiatan daerah ukur. Jadi kita tahu, ukuran itu sangat diperlukan bagi setiap kegiatan perdagangan baik barang dan jasa. Kalau alat ukur belum diatur masalah standarnya, tetapi itu sudah ada pengukuran sendiri. Peraturan menteri yang mengatakan sesuatu itu terkait barang dan jasa harus melalui suatu pengukuran,” jelasnya.

Diharapkannya, sosialisasi UU Meterologi di Kota Ambon mampu menjadikan masyarakat tertib dalam hal ukur-mengukur.

Dimana, masyarakat yang tertib ukur akan menjadi masyarakat yang tertib dalam perdagangan.

”Kita ke depan berharap dengan adanya UU Meteorologi ini, seluruh kegiatan baik itu di provinsi maupun kabupaten/kota tentunya melalui mengikuti alat ukur. Karena alat ukur itu penting buat kehidupan, melalui tertib ukurlah membuat suatu masyarakat jadi tertib di dalam tertib perniagaan. Walikota dan jajarannya menyambut baik kegiatan ini. Dan kami berharap Kota Ambon tuan rumah kita ini menjadi kota yang tertib ukur di dalam melakukan kegiatan perdagangan,” pungkasnya.