Aniaya Teman Sekolah, Tiga Siswi di Bitung Diamankan Polisi

oleh -259 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Sempat viral di media sosial, 3 orang siswi SMP Don Bosco yang melakukan kekerasan di luar halaman sekolah ditangkap Team Resmob Polres Bitung di rumahnya masing – masing pada hari Senin 16/3/2020 kemarin.

Ketiga siswi SMP yang ditangkap polisi adalah ND (13), warga Kelurahan Kadoodan, KM (13) alias, warga Bitung Barat Satu dan TT (12), warga Kelurahan Kakenturan Satu.

Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Taufik Arifin S Hut menjelaskan, mereka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/214/III/2020/Res-Btg, tanggal 13 Maret Januari 2020.

Kekerasan yang terjadi di depan Cafe Lucky Seven, Kelurahan Kadoodan pada hari Jumat 13 Maret 2020 silam, para pelaku mengeroyok salah satu teman mereka yang berinial FM.

Akibat perbuatan yang dilakukan para pelaku, korban mengalami rasa sakit pada bagian tubuh belakang dan kepala. Dimana, rasa sakit di kepala korban karena jatuh ke aspal akibat pukulan tendangan para pelaku.

Baca Juga  Dukung PSBB Ambon, Kodam XVI/Pattimura Terjunkan Ratusan Personel

Sementara motif terjadi kekerasan, para pelaku tidak menerima perkataan korban yang mengatakan bahwa mereka itu bukan perempuan baik – baik alias lonte.

Sebelum terjadi kekerasan, para pelaku bertemu dengan korban dengan maksud mencari tahu perkataan korban. Namun korban mengelak, bahwa bukan dirinya yang mengatakan seperti itu melainkan temannya.

Selain perkataan, para pelaku juga melihat status korban yang menuliskan “BESOK BAKU BUNUH DI SEKOLAH TORANG” dan postingan itupun ramai – ramai dibahas di Story WhatsApp teman – temannya para pelaku.

“Adapun kasus kekerasan ini sudah kami tangani dengan secara profesional. Saya sangat berharap, kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi, selain para pelaku, anggota juga menjemput perekam video yang memviralkan kejadian dimedia sosial”, katanya.

Baca Juga  Mendadak, Vladimir Putin Perintahkan Militer Rusia Latihan Perang Besar-Besaran

Untuk memberikan efek jera, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 170 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang secara bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang dimuka umum,” pungkas Taufik. (dan)