Anos Yeremias: Rakyat KKT dan MBD Butuh Air Bersih & Sarana Transportasi

oleh -42 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias memaparkan sejumlah temuan hasil reses yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun Maluku Barat Daya.

Menurut Anos, kendala yang ada di Kepulauan Tanimbar maupun Maluku Barat Daya ialah kekurangan air bersih, sehingga masyarakat menginginkan adanya pembangunan jaringan air bersih di kedua wilayah tersebut.

Hal ini Anos katakan saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan di kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (6/1/2021).

Anos bilang, hasil reses yang dilakukan ke beberapa tempat di Tanimbar maupun Maluku Barat Daya, sebagian besar masyarakat meminta agar pemerintah dapat menyediakan fasilitas atau membangun jaringan air bersih.

“Hampir seluruh wilayah, seluruh pulau desa dan dusun yang ada di kabupaten membutuhkan jaringan air bersih. Ada desa yang memang kesulitan air bersih. Desa-desa itu airnya payau. Beta tidak perlu bilang nama desanya dan mereka harus menyeberang dari pulau yang satu ke pulau yang lain untuk mengambil air bersih dan itu sudah terjadi selama mereka hidup. Itulah sebabnya mereka meminta agar kalau boleh dibangun jaringan air bersih,” benernya.

Baca Juga  Basarnar Ternate Cari Nelayan Kayoa yang Dilaporkan Hilang Sejak Kamis 12 Juni

Selain air bersih, Anos bilang yang menjadi kendala di sana ialah sarana transportasi laut.

“Demikian juga dengan transportasi laut. Transportasi laut untuk menghubungkan pulau ke pulau juga terasa begitu sulit. Memang kita sudah punya cukup banyak armada tetapi setiap kapal yang menyinggahi setiap pelabuhan diharapkan ada yang turun dan naik,” ungkapnya.

Yeremias menjelaskan, pihaknya sudah menghubungi mitra terkait untuk hal ini, dan tahun ini akan ditambah sesuai dengan permintaan masyarakat termasuk penambaham beberapa pelabuhan singgah.

Anos menambahkan, penambahan pelabuhan singgah atau menambah pos pelabuhan baru akan dilakukan di pulau-pulau yang selama ini jarang atau sulit disinggahi oleh kapal.

“Kita sungguh sadar bahwa dampak dari COVID-19 ini juga mengakibatkan terjadinya pengurangan anggaran yang luar biasa yang difokuskan ke penanganan COVID-19, itulah sebabnya kalau ada pulau-pulau yang biasanya kapal cuma 2 hari atau 3 hari sudah tiba, kali ini Agak terlambat karena kita juga harus bagi supaya pulau yang lain juga dapat bagian,” tandasnya. (valen)