Antara Qurban, Nazar, Kifarah, dan Kemenangan Prabowo

oleh -7 views

Oleh: Abu Thio, Kolumnis

Ada pepatah, pengalaman adalah guru yang paling baik, karena itu kita bisa belajar dari sebuah pengalaman, baik pengalaman kesusksesan, dan juga pengalaman kegagalan. Yang lebih efektif juga efisien adalah belajar dari pengalaman orang lain, baik dengan cara mendengar langsung, membaca buku atau teori-teori yang sudah menjadi rumus hasil pengalaman orang sebelumnya.

Namun pengalaman pribadi memang guru yang paling  mendalam, sebab merasakan langsung, bukan katanya, bukan juga empati, bukan pula sekadar simpati, tetapi ini tidak efektif, dan butuh waktu yang lama, bisa-bisa kita pinternya sudah usia 55 tahun, dimana usia tersebut penuh dengan pengalaman, tetapi produktivitas sudah tidak mendukung lagi.

Baca Juga  Perdana Menteri Italia Sebut Israel Jatuh ke Dalam Perangkap Hamas

Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, saya disclaimer terlebih dahulu ya, bahwa penulis hanyalah seorang kolumnis, hanya sekedar pendapat atau opini, bukan ustadz atau ulama’, walaupun dalam tulisan ini nanti ada mengutip ayat-ayat, itu hanya untuk memperkuat pendapat penulis saja. Jadi mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut, atau kurang tepat dalam mengorelasikan, maka mohon dimaafkan, karena yang pasti tujuan penulis adalah baik dan untuk kebaikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.