Antisipasi rawan Pilkada, Danrem temui masyarakat Tual dan Malra

oleh -37 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Tahun 2018 ini, Maluku akan menyelenggarakan Pilkada Serentak jilid III untuk Kota tual, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Provinsi Maluku.

Sesuai hasil survei beberapa lembaga survei politik independen sebelumnya, disebutkan kOta tual memiliki potensi kerawanan tertinggi dari daerah lainnya di Maluku untuk penyelenggaraan even politik 5 tahunan dimaksud.

Mengantisipasi kerawanan tersebut, Komandan Resor Militer (Danrem) 151/Binaiya, Kolonel (Inf) Christian K. Tehuteru, melakukan kunjungan kerja sekaligus bertatap muka dengan masyarakat, di Pendopo Walikota Tual, Selasa (13/3).

Rilis berita yang diterima wartawan dari Penerangan Korem (Penrem), Rabu (14/3), menyebutkan tatap muka dengan masyarakat ini mengangkat tema ”Pilkada Maluku Tenggara (Malra) dan Tual Harus Beda”.

Link Banner

Acara tatap muka ini turut dihadiri Asisten III Kota Tual, Drs. Samsudin Tamher, Asisten I Kabupaten Malra, M. Ingratubun, Ketua MUI Kota Tual dan Kabupaten Malra, Forkopimda Kota Tual dan Kabupaten Malra, Danlanud, Kapolres, Palaksa yang mewakili Danlanal, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat  dan tokoh pemuda, serta beberapa rekan wartawan.

Baca Juga  Kades Garojou Bagi BLT Covid 19 Tahap II

Mengingat Kota Tual menduduki peringkat teratas sebagai daerah berpotensi terjadinya kerawanan/konflik saat Pemilukada, Danrem memilih untuk mendiskusikannya dengan seluruh elemen masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Dimana, langkah ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga Pemilukada di Kota Tual dan Kabupaten Malra dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Menurut Danrem, kondisi ini merupakan tantangan bagi seluruh masyarakat dan elemen pemerintahan maupun institusi keamanan dan penegakan hukum untuk merubah potensi rawan menjadi menawan.

”Pilihlah sesuai dengan hati nurani. Apakah pilihan tersebut benar atau salah, doakan dan serahkan sepenuhnya kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang menentukan,” ujarnya.

Berbeda pilihan dan pendapat, tegasnya, merupakan hal yang sah-sah saja.

Baca Juga  Assagaff salut, Yayasan Poitek limpahkan tanah ke Pemprov Maluku

Namun perbedaan dimaksud, tegasnya, jangan sampai perbedaan tersebut menimbulkan permusuhan.

Yang paling penting, timpalnya, persaingan dalam pesta rakyat 5 tahunan ini harus bersih dari politik uang dan fitnah.

Menurutnya, masyarakat jangan sampai menjatuhkan harga diri sendiri, begitupun himbauan damai dapat disampaikan oleh tokoh masyarakat dalam berbagai kesempatan dan kegiatan.

Untuk membangun dan mengembangkan Kota tual dan Kabupaten Malrea, tegasnya, masih banyak hal yang lebih penting yang harus dipikirkan.

Sehingga proses pembangunan kedua wilayah dimaksud, akunya, tidak terhambat hanya dikarenakan penyelenggaraan Pilkada.

Siapapun yang terpilih, terangnya, itulah yang terbaik untuk rakyat.

Begitu even Pilkada selesai, tambahnya, masyarakat sudah harus bersatu dan bersama-sama bergandengan tangan membangun Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Baca Juga  Kesiapan Sidang Sinode Keuskupan Amboina ke III dan Perayaan Syukur 25 Tahun Mgr. P. C. Mandagi Msc Sudah 98 Persen

Selain itu, timpalnya, pihaknya juga mengedepankan kenetralan TNI dalam penyelenggaraan even Pilkada sebagai sebuah komitmen bersama.

”Di setiap kesempatan saya berkunjung ke satuan bawah, saya selalu menekankan bahwa kami sudah berkomitmen untuk bersikap netral. Jangan sampai ada anggota yang bersikap tidak netral. Jika Bapak Ibu sekalian melihat ada anggota kami yang tidak netral silahkan laporkan kepada Dandim atau langsung kepada saya, maka kami akan menindak tegas anggota tersebut,” pungkasnya. (Jessika Soplera)