Antisipasi rembesan insiden Surabaya, Polda Maluku siaga satu

oleh -19 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kembali masyarakat Indonesia digemparkan dengan adanya bom bunuh diri yang terjadi pada gereja di 3 lokasi berbeda di Kota Surabaya, pekan kemarin.

Insiden ini menelan 18 korban meninggal dan 41 lainnya mengalami luka.

Tak ayal, Kapolda Maluku, Irjen (Pol) Andap Budhi Revianto,S.IK, pun memberikan warning kepada jajaranannya untuk bersiaga dan meningkatkan kewaspadaannya.

Jajaran Polri yang berada di seluruh wilayah Malukuk diharuskan siaga sambil mengantisipasi kemungkinan terburuk, bakal merembesnya insiden dimaksud ke Bumi raja-raja.

Link Banner

Peningkatan kewaspadaan dan kesiagaan jajaran Polri ini disampaikan Wakapolda Maluku, Brigjen (Pol) Hassanaudin, ketika menggelar apel Paggilan Luar Biasa (PLB), di Ambon, Minggu (13/5).

”Saya nyatakan bahwa Polda Maluku saat ini dalam kondisi Waspada satu atau siaga satu,” ujarnya.

Baca Juga  Peringatan Dini BMKG: 16 Provinsi Berpotensi Dilanda Angin Kencang Hingga 50 km/jam Termasuk Maluku-Malut

Menurutnya, perintah Kapolda Maluku agar meningkatkan kewaspadaan menjadi siaga satu.

Dimana, para pimpinan jajaran dihimbaunya agar melakukan PLB dan melaksanakan apel waspada, mengecek kekuatan personel, berikan informasi kepada anggota, imbau masyarakat tetap tenang dan melaksanakan penggelaran operasional.

”Agar para pimpinan melakukan langkah-langkah APP yang jelas kepada anggota tentang perkiraan ancaman, langkah kontogensi, perketat penjagaan markas komando dan pertebal dengan senjata api, pasang barikade pada pos jaga, asrama, mako, rumah dinas dan asrama polisi, sehingga kendaraan tidak bisa menerobos masuk,” jelasnya.

Di dalam peningkatan kewaspadaan ini, tegasnya, langkah preventif yang dilakukan jajaran Polda yakni mencatat identitas setiap tamu yang masuk markas komando, termasuk melakukan patroli dengan kekuatan cukup dan dilengkapi senjata api.

Baca Juga  APDESI Bantah Tudingan Asnat Sowo Soal Kelalaian Pemdes

Dijelaskannya, petugas lapangan pun dihimbau agar waspada dan tidak sendiri minimal dua orang (body system), baik satuan Lalu Lintas, Samapta, Brimob maupun penjaga pos.

”Yang atur lalu lintas juga dikawal Brimob bersenjata lengkap dan Dirlantas segera koordinasikan dengan Dansat Brimob,” tegasnya.

Selain itu, jelasnya, para pimpinan jajaran dan satuan juga diharuskan selalu mengecek kesiapan, kesigapan dan kewaspadaan anggota, baik di Mako Brimob maupun di lapangan.

Untuk itu, seluruh personel juga diminta memonitor perkembangan situasi di luar dan up to date informasi terbaru, termasuk memberikan laporan ke Kapolda pada kesempatan pertama apabila terjadi kasus menonjol

”Tadi malam dua anggota Brimob di Surabaya ditusuk seorang wanita dengan menggunakan gunting beracun dan sampai sekarang anggota tersebut masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit,” tegasnya.

Baca Juga  Polres Kepsul Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Waitina

Atas insiden yang menelan puluhan korban warga di Surabaya ini, tambahnya, pihaknya menyampaikan turut berbelasungkawa.

”Saya mohon doa, dan kita yang ada di sini mendoakan semoga yang sakit cepat sembuh dan yang meninggal dunia semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (keket)