Antisipsi Coronavirus, Sekolah di Kabupaten Buru Kurangi Jam Belajar

oleh -169 views
Link Banner

Porostimur.com |Namlea: Guna mencegah penularan virus Corona, sejumlah sekolah di Kabupaten Buru mengurangi jam belajar siswa di sekolah.

Penyebaran COVID-19 atau ramai disebut coronavirus yang memiliki tingkat penyebaran endemik sangat cepat di seluruh wilayah baik di tingkat global maupun lokal, telah menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan publik. Sejumlah aktivitas pendidikan di seluruh wilayah di Indonesia bahkan perlahan mulai lumpuh.

Di kabupaten Buru, Maluku, selain meningkatkan pengamanan antisipasi kemungkinan suspek Corona untuk lokasi bandara maupun pelabuhan, Pemerintah Kabupaten Buru juga mulai memberlakukan pengurangan jam sekolah bagi seluruh tingkat pendidikan.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru. Ibrahim Umasugi kepada wartawan, Senin (16/3/2020) di Namlea.

“Untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran virus corona ini, hal utama yang kami lakukan saat ini adalah dengan melakukan pembatasan terhadap jam sekolah,” jelas Ibrahim.

Baca Juga  Aniaya Warga Mornaten Dua Pemuda Divonis Penjara Empat Tahun oleh Pengadilan Negeri Dataran Honipopu

Langkah ini diambil mengingat penyebaran covid-19 yang begitu cepat di beberapa wilayah Indonesia dalam kurun waktu singkat. Bahkan total positif penderita hinga kini telah mencapai 117 kasus positif suspek dengan jumlah kematian sebanyak 5 orang.

“Meskipun belum adanya laporan kasus suspek positif corona di Maluku. Namun pemerintah kabupaten tetap melakukan antisipasi guna Meminimalisir kemungkinan masuknya covid-19 ke masing masing wilayah”, ujarnya.

Ditanya terkait lama waktu pembatasan jam belajar, dirinya menambahkan belum bisa dipastikan.

“Sampai kapan kita masih belum tahu. Kita masih terus menunggu instruksi pusat. Kita hanya melakukan pembatasan dulu sebagai langkah awal, misalnya di hari biasa jam sekolah berakhir di jam 1. Tapi Sekarang dibatasi, yaitu pulang lebih awal sekitar jam 11 hingga jam 12. ” tambah Umasugi.

Baca Juga  Harga Pertamax di Maluku dan Papua Turun dari Rp 10.050 Jadi Rp 9.400 per Liter

Sedangkan mengenai kemungkinan penghentian aktifitas belajar mengajar, dirinya menjawab masih harus memastikan perkembangan terlebih dahulu.

“Untuk ini kita belum lakukan, kita masih menunggu perkembangan kondisi. Kebetulan beberapa sekolah masih sementara melakukan ujian. Jadi, Jika memang kondisi kedepan menjadi lebih buruk ya pasti kita akan mengambil langkah itu, dengan meliburkan aktifitas pendidikan untuk sementara waktu. Tapi sekarang kita hanya melakukan pembatasan jam belajar saja. Sambil menunggu perkembangan dan instruksi pusat”, tukas Ibrahim.

Meski demikian pemerintah kabupaten tetap berupaya melakukan sejumlah langkah sederhana maupun serius.

Pemerintah juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, namun tetap mengedepankan keselamatan pribadi dengan cara menerapkan pola hidup sehat.

Baca Juga  Tim Ops Keselamatan Polda Maluku Sosialisasi Maklumat Kapolri

Pemerintah Kabupaten Buru juga menghimbau agar warga mulai mengurangi aktivitas yang mengharuskan interaksi langsung dengan orang lain dan menghindari tempat berkumpul di ruang publik. (ima)