AP I Pastikan Status Bandara Pattimura Masih Sebagai Bandara Internasional

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I memastikan hingga saat ini Bandara Pattimura di Ambon masih berstatus sebagai bandara internasional. Hal yang sama juga berlaku untuk Bandara Frans Kaisiepo di Biak

VP Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan hingga saat ini belum memperoleh surat resmi dari Kementerian Perhubungan terkait dengan perubahan status sehingga operasional bandara yang berkode AMQ dan BIK itu masih internasional.

Menurutnya, jika nanti terdapat perubahan status kebandarudaraan hal utama yang tentunya menjadi pertimbangan adalah memanfaatkan sumber daya domestik yang ada agar lebih efektif dan efisien. Hal itu sangat dirasakan pentingnya selama masa pandemi untuk mengoptimalkan kinerja.

“Hal ini yang sangat terasa saat pandemi, fasilitas disiapkan dengan kapasitas yang sudah lengkap tetapi sangat kecil utilitas operasionalnya,” jelasnya, mengutip bisnis.com, Sabtu (5/9/2020).

Link Banner

Selain itu nantinya perubahan status ini harus disampaikan kepada pemerintah daerah Maluku dan Papua (Biak). Hal ini untuk penyesuaian pola perjalanan internasional yang dirasakan bagi bandara di wilayah itu.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Dua Nelayan di Buru yang Hilang

Handy memaparkan sejauh ini penerbangan bandara AMQ dan BIK sebagian besar juga merupakan rute domestik. Penerbangan internasional hanya dilakukan melalui charter atau sewa.

Namun demikian, operator pelat merah tetap akan mengikuti kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Dia menilai tentunya pemerintah telah melakukan kajian mendalam dan konprehensif dengan melihat peluang dan potensi bandara tersebut.

Sebelumnya, beredar surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) mengenai adanya usulan penurunan status penggunaan 8 bandara di Indonesia yang diubah statusnya dari bandara internasional menjadi bandara domestik.

Surat bernomor AU.003/1/8/DRJU.DBU-2020 tersebut diklasifikasi sebagai surat penting mengenai usulan status penggunaan bandar udara. Surat tersebut dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto dan ditujukan kepada atasannya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca Juga  Kesaksian Pasien Sembuh di Ambon: COVID-19 Bisa Dikendalikan

Kedelapan bandara tersebut yakni, Bandara Maimun Saleh, Sabang; Bandara RH. Fisabilillah, Tanjung Pinang; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Pattimura, Ambon, Bandara Frans Kaisiepo, Biak; Bandara Banyuwangi, Banyuwangi; Bandara Husein Sastranegara, Bandung; dan Bandara Mopah, Merauke. (red/rtm/bisnis)