Arungi Selat Maitara, 3 Komunitas Mapala Ini Akan Bagikan Daging Kurban di Pulau Maitara

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Tiga komunitas mahasiswa pecinta alam (Mapala) yang tergabung dalam SuperAdventure Ternate akan terlibat dalam kegiatan hari kurban pada 31 Juli mendatang. Mereka adalah Karfapala Unkhair, MC. Palaikom, dan Mapala Muhammadiyah.

Kolaborasi tiga mapala ini menyumbang 2 ekor kambing di Masjid Nurul Hijrah Kota Ternate. Selanjutnya mereka akan ikut serta mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat sekitar dan warga di Pulau Maitara. Untuk menjangkau Pulau Maitara, komunitas yang tergabung dalam SuperAdventure Ternate ini harus menyeberangi Selat Maitara dengan speed boat selama 15 menit.

“Komunitas mapala ini merasa senang bisa berkolaborasi untuk ikut terlibat dalam kegiatan kurban ini. Bahkan mereka siap untuk mengarungi laut agar bisa mendistribusikan daging kurban ini kepada warga yang membutuhkan di Pulau Maitara,” ucap Pembina SuperAdventure Ternate, Eryk Dwi Sebtyanto, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga  Pameran Artefak Himantara Unibraw, Ajak Kenali Sisi Lain Konflik Maluku
Perwakilan komunitas mapala yang tergabung dalam SuperAdventure Ternate tengah melakukan pembelian hewan kurban di salah satu penjual hewan kurban di Kelurahan Togafo, Ternate Barat pada Rabu (29/7/2020).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi” yang melibatkan 379 komunitas di 42 kota. Lebih dari 15 ribu anggota dari komunitas besar seperti, SuperAdventure dan Bold Riders ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini.

Link Banner

Selain membagikan daging kurban, 3 komunitas mapala ini juga akan bersilaturahmi dan mengadakan kegiatan camping di Pulau Maitara. Pulau yang terletak diantara Ternate dan Tidore ini memang dikenal memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Tak hanya keindahan terumbu karang dan kekayaan biota laut, di pulau ini orang juga bisa melihat kemegahan Gunung Gamalama. Keindahan Pulau ini pernah dijadikan ikon dalam uang pecahan Rp 1.000.

Baca Juga  LGJI Amboina 2018, bakalan diselipkan goyang kreasi

“Jadi ini menjadi momen mereka untuk melakukan kegiatan berbagi kepada sesama. Mereka sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Apalagi mereka juga bisa sekalian bersilaturahmi setelah beberapa bulan vakum akibat pandemi COVID-19,” tutup Eryk. (RM)