AS Sebut Aplikasi PeduliLindungi Langgar HAM, Rocky Gerung: Dunia Internasional Tak di Pihak Jokowi

oleh -244 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Imbas Amerika Serikat (AS) yang mempermasalahkan aplikasi PeduliLindungi, dunia internasional disebut tidak lagi berkubu pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

AS mempermasalahkan aplikasi PeduliLindungi yang dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) dengan anggapan provasi masyarakat tidak terjaga.

Tidak hanya status vaksin dan infeksi Covid-19, tetapi juga aktivas masyarakat di ruang publik.

Pengamat politik, Rocky Gerung menyebutkan jika tuduhan AS terkait pelanggaran HAM melalui aplikasi PeduliLindungi merupakan teguran dari internasional yang akan berdampak ke pemerintahan Jokowi.

“Bagi masyarakat sipil Indonesia teguran dari internasional tentang pelanggaran HAM adalah pertanda bahwa internasional tidak lagi mau memuji-muji atau membantu legitimasi Presiden Jokowi. Artinya, Presiden Jokowi sudah tidak dianggap sebetulnya dalam pergaulan masyarakat HAM dunia,” kata Rocky Gerung dikutip dari YouTube miliknya.

Baca Juga  Warga KKSS Halmahera Selatan, Meriahkan HUT dengan Kegiatan Olahraga

Kondisi tersebut, disebutkan Rocky Gerung akan berdampak ke situasi yang ada di Istana Negara.

“Implikasinya mungkin kita bisa lihat dalam dua minggu ini yaitu keretakan istana semakin besar, karena semua isu tentang HAM itu memang diucapkan secara formal oleh Departemen Luar Negeri AS,” ujar Rocky Gerung.

Tidak hanya keretakan di Istana Negara, Rocky Gerung juga menyebutkan hal tersebut dapat memengaruhi adanya MoU yang berpotensi dibatalkan.

“Jadi bayangkan, misalnya dengan kecemasan istana sekarang, sangat mungkin ada banyak MoU dunia akhirnya dibatalkan karena isu HAM. AS punya kemampuan bahkan untuk mengembargo Rusia dan walaupun itu tindakan yang buruk, tapi hal yang sama jadi sinyal bagi pasar dunia,” ujar Rocky Gerung. (red/pikiran rakyat)