Porostimur.com, Teheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat. Teheran menyatakan siap menghadapi kemungkinan invasi darat apabila Washington benar-benar berupaya merebut Pulau Kharg, kawasan strategis yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, menegaskan Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi serius jika melancarkan operasi militer untuk merebut pulau yang terletak sekitar 55 kilometer dari pesisir Provinsi Bushehr tersebut.
Menurut Baghaei, militer Iran telah bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk operasi darat yang melibatkan pasukan Amerika.
“Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi dari setiap petualangan,” tegas Baghaei, seraya menyebut ada pihak di jajaran kepemimpinan Iran yang bahkan “menghitung mundur menit demi menit” untuk menghadapi kemungkinan invasi pasukan AS.
Pulau Kharg selama ini menjadi salah satu aset paling vital bagi perekonomian Iran karena menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut.
IRGC Klaim Pasukan Berada pada Kesiapan Tertinggi
Di tengah meningkatnya ancaman, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan seluruh kekuatan darat berada dalam kondisi siaga penuh.
IRGC menegaskan kesiapan itu didukung modernisasi peralatan tempur, pelatihan berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas operasional untuk menghadapi kemungkinan infiltrasi militer Amerika.









