AS Tegaskan Tak Akan Terlibat Perang Nuklir dengan Rusia

oleh -17 views
Link Banner

Porostimur.com, Washington – Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa negaranya tak akan terlibat dalam perang nuklir dengan Rusia ataupun proksinya. Sebelumnya, pejabat Rusia telah memperingatkan AS agar tidak memberikan dukungan persenjataan kepada Ukraina. 

Melalui juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, pada Senin (2/5/2022), AS meyakini bahwa Rusia masih memegang komitmen untuk tidak terlibat dalam perang nuklir layaknya tahun lalu. Psaki juga menyatakan bahwa perang nuklir bukan merupakan sebuah kemenangan. 

Psaki mengatakan, Rusia dari waktu ke waktu tidak terlibat dalam perang nuklir.

“Saya akan mengatakan bahwa Rusia sendiri, dari waktu ke waktu, termasuk baru-baru ini tahun lalu, menjelaskan bahwa tidak ada perang nuklir yang dapat dimenangkan,” kata Psaki, dilansir TASS

Baca Juga  Drawing Liga Champions Diulang, Inter Milan dan Real Madrid "Ketiban Sial"

Walau begitu, Psaki memberikan referensi tentang komitmen Rusia pada tahun lalu, bukan setelah Perang Ukraina-Rusia dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu. Beberapa pejabat Rusia dan Presiden Vladimir Putin belakangan ini mengindikasikan bahwa Rusia lebih meluncurkan nuklir daripada menerima kekalahan dari Ukraina, dilansir The Independent. 

Kendati begitu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengetahui risiko dari perang nuklir. Sehingga, Rusia disebut sangat ingin meminimalisir potensi terjadinya perang nuklir dengan negara lain. 

Walau AS telah menegaskan tak akan terlibat dalam perang nuklir, ketegangan Rusia dengan negara lainnya belum mereda. Pasalnya, pembawa acara TV Nasional Rusia Dmitry Kiselyov menyatakan bahwa Inggris dapat tenggelam ke laut akibat nuklir bawah air. 

Baca Juga  Glenn Fredly Gambarkan Keindahan Persatuan Lewat Sepak Bola

Kiselyov juga mengatakan bahwa senjata tersebut akan memicu gelombang pasang radioaktif dan dapat menenggelamkan Inggris. Selain itu, dia juga menuturkan, nuklir Rusia dapat membuat apa pun yang ada di Inggris menjadi gurun radioaktif. 

“Gelombang pasang ini juga merupakan pembawa radiasi dosis sangat tinggi. Melonjak di Inggris, itu akan mengubah apa pun yang tersisa menjadi gurun radioaktif, yang tidak dapat berbuat apa-apa. Bagaimana Anda menyukai prospek ini?” kata dia. 

Walau pernyataan tersebut tak disebutkan oleh pejabat resmi Rusia, tetap saja hal tersebut membuat kegaduhan tersendiri. Di sisi lain, Inggris merupakan salah satu negara yang juga menyumbang senjata untuk Ukraina. 

Baik Rusia dan AS dipercaya menjadi negara dengan jumlah senjata nuklir terbanyak. Menurut laporan Arms Control Association (ACA), Rusia diyakini memiliki 6.257 senjata nuklir.

Baca Juga  Pemkot Ambon Serahkan 170 Bingkisan Natura Kepada Personil TNI/Polri

Sedangkan AS diestimasikan memiliki sekitar 5.550 senjata nuklir. Inggris yang merupakan salah satu negara dengan militer terkuat diketahui memiliki 225 senjata nuklir.

Sejauh ini, terdapat sebuah perjanjian internasional yang melarang penggunaan senjata nuklir, yaitu Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT). Sebanyak 191 negara diketahui terlibat dalam perjanjian tersebut, dilansir laman resmi Perserikatan-Bangsa-Bangsa. 

(red/idn-times)