ASN Buru Tunggang Langgang Saat Akan di-Swab

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Alih-alih menjalani swab test, puluhan PNS di lingkup Sekertariat Kantor Bupati Buru justru nekat kabur dari kantor. Aksi ini terjadi saat dua ambulance bersama personil kesehatan tiba di Sekertariat Kantor Bupati pada Senin (28/9/2020).

Beberapa pegawai mengaku takut menjalani swab test karena harus mengikuti proses pengambilan lendir dari hidung. Sebagian bahkan mengaku tidak percaya dengan adanya Covid-19.

Kejadian ini tidak hanya terjadi di Kantor Bupati. Saat tim kesehatan mendatangi kantor pemerintah lainnya seperti di Kantor Dinas Koperasi dan UKM, Kantor PPKAD dan Kantor BKD Kabupaten Buru, hal serupa juga terjadi.

Dengan kondisi yang sama, seluruh pegawai langsung berlarian saat mengetahui kedatangan ambulan di kantor tersebut.

Link Banner

Para pegawai berlarian menuju tempat parkir untuk mengambil kendaraan dan pergi meninggalkan tugas.

Baca Juga  Sri Mulyani buka panel konferensi Musik Indinesia hari pertama

Melihat hal ini, juru bicara Gustu Penanganan Covid-19, Nani Rahim menyatakan kekecewaannya karrna tidak adanya kerjasama yang baik antar sesama pegawai pemerintah.

“Baru melihat ambulance, mereka sudah menghilang, tentu kita sangat menyayangkan hal ini,” sesal Nani.

Akibat kejadian ini. rencana swab test di kalangan PNS yang telah diagendakan tim Gustu gagal total.

Jubir Satgas Covid 19 Kabupaten Buru, Nani Rahim yang turut menyaksikan sikap kurang terpuji para PNS itu hanya mengelus dada dan geleng-geleng kepala.

Kepada wartawan, Nani Rahim menjelaskan seharusnya hari ini dilakukan swab test di Sekertariat Daerah, PPKAD, BKD dan Dinas Koperasi. Namun saat petugas datang, banyak yang memilih kabur.

Baca Juga  Klasemen Liga Inggris setelah dua hari pertama musim 2020/21

Nani Rahim berharap agar para PNS sebagai aparatur negara, sadar diri untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan pandemik Covid-19 di Kabupaten Buru.

Menurutnya mereka tidak tahu siapa di lingkup PNS yang sudah terpapar Covid-19 dan hanya menunjukkan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Karena hanya dengan swab test dapat diketahui positif Cocid-19 dengan kategori OTG, jadi mereka harus jalani karantina, sehingga bisa dihentikan penyebarannya ke orang lain,” tukas Nani. (ima)