Asrul Gailea Siap Bangun Kepulauan Sula dengan Konsep Geostrategis

oleh -66 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Bakal Calon Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Asrul Gailea mengatakan, dirinya siap melaksanakan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sula dengan konsep geostrategis, yang didasari oleh hubungan konsep geografi dan geopolitik, jika memenangkan Pilkada 2020 nanti.


Konsep geostrategis menurutnya ditentukan tiga variabel, yakni rute perdagangan, pusat sumber daya dan batas negara.

Konsep ini, menurut dia, merupakan kebijakan dan strategi ekonomi dan politik strategis, sehingga sangat tepat dilakukan di Kepulauan Sula yang berada pada jalur transportasi internasional.

Dimana Kepulauan Sula merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III yang melintas Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, Laut Sawu, Samudra Hindia.

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I
“Saat ini, ALKI III merupakan jalur alternatif pelayaran kapal baik pada lingkup domestik maupun internasional yang sangat potensial untuk dikembangkan, dimana kondisi jalur pelayaran ALKI I dan II pada saat ini terlalu padat, yang menyebabkan aktifitas bongkar muat memakan waktu lama, efektifitas menurun dan nilai ekonomis berkurang,” jelas Asrul.

Baca Juga  KNPI Serahkan 750 Masker ke Polres Buru


Untuk itu, Kepulauan Sula yang berada di ALKI III harus berupaya membangun pelabuhan-pelabuhan baik untuk skala nasional maupun internasional.


Salah satunya yang akan dijadikan priorities adalah pelabuhan internasional di Falabisahaya, Mangole Utara yang terintegrasi dengan kawasan industri berbasis pertanian oleochemical. Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Falabisahaya diintegrasikan dengan Trans Sula Economic Zone (TSEZ) yang berbasis pada industri perikanan dan pertanian.

“Di dalam pengembangan perekonomian wilayah, selain potensi, persebaran dan pemanfaatan sumber daya alam tersebut, maka akses dan informasi terhadap kondisi dan kesinambungan pasar dunia merupakan hal yang penting. Kondisi pasar dunia dapat diindikasikan dari besarnya permintaan negara-negara lain terhadap jenis komoditas tertentu atau dari besarnya nilai ekspor,” papar Gailea.

Baca Juga  Berdarah Maluku, Begini Cantik dan Eksotisnya Istri Pesepakbola Stefano Lilipaly yang Penuh Pesona

Ia menambahkan, bagi Kepulauan Sula yang situasi wilayahnya tertinggal seperti beberapa wilayah di KTI yang relatif belum kuat, maka produk-produk yang memasuki pasar ekspor akan mampu mendorong peningkatan produksi lokal, dan pada akhirnya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Melalui jalur ALKI III, Kepulauan Sula yang status wilayahnya tertinggal seperti wilayahnya lain di KTI, dapatnmembuka peluang untuk mengembangkan oulet untuk ekspor maupun pembukaan jalur pelayaran yang merupakan kemudahan akses kepada pusat pasar dan kawasan perdagangan potensial,” terang mantan Kadisperindag Provinsi Maluku Utara ini.

Lebih jauh Asrul Gailea mengatakan, berdasarkan potensi dan pemanfaatan sumber daya alam yang terdapat di Kepulauan Sula, dapat dicatat beberapa sektor dan komoditas unggulan yang dapat diandalkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi guna mempercepat pembangunan sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi.

Baca Juga  Viral Dakwah Quraish Shibab, Ini Hukuman yang Ikuti Pemimpin Pembohong

Sektor dan komoditas unggulan tersebut adalah: yang pertama sektor perikanan dengan komoditas unggulan seperti tuna, udang, ikan hias, dan ikan kalengan. Di samping komoditas tersebut masih terdapat komoditas lain yang cukup prospektif untuk dikembangkan seperti kerang, mutiara, dan kepiting.

Kedua, sektor pertanian dengan komoditas unggulan padi, jagung, dan ubi kayu, ketela dan tebu. Disamping kopra, cokelat dan cengkeh.

Yang terakhir menurutnya adalah sektor Kehutanan dengan komoditas unggulan berbagai jenis kayu dan hasil-hasil olahannya. (ifo)