Assagaff lantik tim peningkatan ekspor Maluku

oleh -49 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Tim Peningkatan Ekspor Provinsi Maluku, dilantik Gubernur Maluku, Ir, Said Assagaff, di Ambon, Kamis (8/11).

Pelantikan tim ini juga dirangkaikan dengan pembukaan kegiatan Gathering Export.

Dalam sambutannya, Assagaff beharap tim ini mampu menjawab berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi para pelaku ekspor.

”Tim ini diharapkan mampu membuat perubahan terutama memberikan kemudahan bagi dunia usaha yang akan melakukan ekspor dari Maluku, sehingga keberadaannya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat terutama para pelaku ekspor,” ujarnya.

Link Banner

Menurunnya daya saing regional, akunya, lebih disebabkan merosotnya kinerja ekspor Maluku selama beberapa tahun terakhir, meskipun berbagai kebijakan untuk mendorong peningkatan daya saing sudah dilakukan pemerintah.

Baca Juga  Kapolda Malut Resmi Barak Dalmas Polres Kepsul

”Hal yang sama juga telah dilakukan oleh pelaku usaha melalui usaha-usaha efisiensi dan peningkatan produktivitas. Namun demikian, upaya-upaya tersebut dipandang belum membawa hasil yang memuaskan,” jelasnya.

Merosot dan berkembangnya ekspor dan daya saing di Maluku, jelasnya, disebabklan karena beberapa faktor, di antaranya tantangan geografis Maluku.

”Luasnya kepulauan Maluku secara otomatis membuat konektivitas dan aksesibilitas pada sentra-sentra produksi menjadi sangat berat dan mahal,” akunya.

Dengan kondisi geografis Maluku yang berciri kepulauan, tegasnya, berdampak pada anggaran yang mengakibatkan ketersediaan infrastruktur untuk mendukung peningkatan daya saing dan ekspor di Bumi Raja-raja ini masih minim.

“Ketiga, upaya deregulasi beberapa peraturan di bidang transportasi masih menghadapi kendala dan hambatan, karena belum sinkronnya peraturan baik secara horinsontal (lintas K/L),” tegasnya.

Baca Juga  Tujuh Rekor Nasional Terpecahkan di Kejurnas Atletik 2019

Di lain sisi, terangnya, mobilisasi komoditi atau produk ekspor dari sentra produksi menuju pelabuhan, juga masih menghadapi kendala teknis di lapangan.

”Belum optimalnya pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung layanan ekspor juga masih dikeluhkan pelaku ekspor,” pungkasnya. (keket)