Assagaff salut, Yayasan Poitek limpahkan tanah ke Pemprov Maluku

oleh -40 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Yayasan Poitek, merupakan sebuah yayasan yang bergerak dalam berbagai bidang dan sudah menelurkan buah tangan yang sangat berandil dalam proses pembangunan, khususnya pendidikan.

Salah satunya yakni Sekolah Poitek yang sudah berdiri sejak tahun 1905.

Nama Poitek sendiri berasal dari bahasa asli Tionghoa yang berarti pendidikan akhlak.

Kontribusi yayasan Poitek bagi pendidikan di Maluku sangat tidak terukur, terlebih dengan adanya pelimpahan tanah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malluku, untuk Kantor Dinas Perpustakaan Maluku.

Link Banner

Hal ini dibenarkan Gubernur Maluku, Ir, Said Assagaff, dalam acara serah terima tanah Eks Poitek kepada Pemprov Maluku, di Hotel The Natsepa Ambon, Sabtu (2/12) malam.

”Saya ingin mengatakan, bahwa sudah sekian waktu, Yayasan ini telah berkontribusi bagi pembangunan pendidikan daerah, dengan memberi tanahnya bagi Kantor Dinas Perpustakaan Maluku melakukan perannya sebagai sentra ilmu pengetahuan dan jendela dunia,” ujarnya.

Baca Juga  Pilkada Kota Bitung: Masyarakat Kampung Mawali Deklarasi Dukung Mantiri

Dengan adanya pelimpahan tanah ini, akunya, berarti Yayasan Poitek telah berinvestasi dalam proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Maluku.

”Tentu merupakan kehormatan bagi kami, sama dengan kebanggaan kami, mendapatkan dukungan dari pihak Yayasan Poitek Ambon, dalam menopang tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan,” jelasnya.

Meskipun harga tanah tergolong tinggi di Maluku, akunya, namun pihak yayasan justru menyerahkannya kepada Pemprov Maluku.

Karenanya, pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak yayasan.

Terlebih, pelipahan tanah antara kedua belah pihak jauh dari jangkauan hukum.

”Saya bersyukur, sebab yang terjadi antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Yayasan Poitek Ambon, malam ini, jauh dari proses hukum,” tegasnya.

Baca Juga  Pertamina Terlempar dari Daftar Fortune Global 500, Ahok Jadi Bahan Tertawaan Warganet

Sebelumnya diberitakan, pihak Yayasan Poitek mengklaim tanah dimana berdirinya Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Jalan A. Y. Patty, merupakan milik leluhurnya.

Pasalnya, seluruh aset etnis Tionghoa diambil alih negara tahun 1966 dikarenakan gejolak politik saat itu.

Diapresiasinya sikap pihak yayasan yang tidak menempuh jalur hukum atas aset dimaksud.

Meski demikian, tambahnya, pihaknya memberikan 2 opsi penyelesaian masalah dimaksud, yakni pihaknya mengembalikan tanah tersebut atau pihak yayasan menyediakan lokasi lain untuk membangun sekolah.

”Karena itu, rencana pihak yayasan ingin membangun sekolah bertaraf internasional di lahan ex Poitek, merupakan investasi luar biasa, karena sudah memposisikan dirinya sebagai mitra pemerintah yang handal. Investasi ini memang mahal. Tetapi Yayasan Poitek berani melakukan terobosan sebagai respons atas globalisasi pendidikan yang melanda dunia,” pungkasnya. (Amy)

Baca Juga  Denny Palar Siap Maju Sebagai Cabup Halbar